Senin, 22 Juli 2024

Dinas Perkim Banten Inventarisir Kawasan Banten Lama

Pasukan oranye Perkim Banten saat memnersihkan Masjid Agung di Kawasan Banten Lama (Foto: istimewa)
Pasukan oranye Perkim Banten saat memnersihkan Masjid Agung di Kawasan Banten Lama (Foto: istimewa)

BANTEN, TitikNOL - Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Provinsi Banten, dipercaya untuk melakukan inventarisir terkait kerusakan yang terjadi akibat banjir.

Bahkan pada saat peristiwa banjir yang terjadi beberapa waktu lalu, tim petugas berjibaku melakukan evakuasi terhadap sejumlah pengunjung yang terperangkap akibat genangan air.

Kepala Dinas Perkim Provinsi Banten, M Rahmat Rogianto mengaku telah menerjunkan pasukan oranye sebanyak 90 personel, untuk membersihkan Kawasan Banten Lama usai terdampak banjir. Tim ini juga dilengkapi dengan 4 pompa untuk mengurangi genangan air.

“Tim melakukan inventarisasi kerusakan dan melakukan bersih-bersih guna mengurangi genangan air, dilakukan pemompaan setelah permukaan air kanal turun,” tambahnya.

Dikatakan Rahmat, Kawasan Banten Lama melalui Dinas Perkim Provinsi Banten masih melakukan beberapa pembenahan sebagai bagian dari revitalisasi.

Kawasan Banten lama yang terletak di kota serang ini, dijadikan icon oleh Provinsi Banten sebagai destinasi wisata religius.

"Ada beberapa tempat yang tidak terurus selama ini seperti, alun-alun Masjid Agung yang berada di dalam kawasan di bersihkan dan di tata dengan latar yang mirip dengan yang ada di medinah," ungkapnya.

Menurutnya, beberapa tempat peninggalan kesultanan pada zaman Belanda di rapikan agar cagar peninggalan tidak terkesan kumuh.

"Selain Mesjid Agung, bisa disaksikan antara lain Benteng surosoan, Keraton Kaibon, Benteng Speelwijik dan Kawasan Masjid Pacinan," paparnya.

Selain itu, kawasan Banten Lama juga dikelilingi oleh kanal yang tembus ke laut. Kanal itu pada zaman Kesultanan berfungsi sebagai sarana transportasi air untuk mengangkut berbagai keperluan dari kapal-kapal dagang untuk keperluan keraton.

Sebagai informasi, seperti yang diungkap Kepala Balai Besar Sungai Ciujung, Cidanao, Cidurian yang di dalam juga ada sungai Cibanten (BBSC3) I Ketut Jayada, saat banjir yang melanda Kota Serang curah hujan mencapai 242 milimeter.

“Dengan curah hujan sebesar itu, debit air yang dihasilkan mencapai 150 meter kubik per detik. Bendung Sindangheula terima 11 juta meter kubik, padahal kapasitasnya 9 juta meter kubik. Padahal selama seminggu sebelumnya, kawasan hulu Cibanten selalu hujan dan kita rilis dengan memperhatikan daerah hulu. Hanya 2 juta meter kubik yang mampu tertahan di Bendung Sindangheula, sisanya menjadi limpasan (outflow),” jelasnya.

Ditegaskan, Bendung Sindangheula saat ini dalam kondisi baik. BBSC3 juga akan membangun sistem peringatan dini terkait debit Bendung Sindangheula dan sungai lainnya untuk digunakan para pemangku kepentingan terkait penanganan bencana.

“Kalau tidak ada Bendung Sindangheula, 11 juta meter kubik air akan membanjiri Kota Serang,” tuturnya. (Adv)

Komentar