Sabtu, 20 Juli 2024

Peringati Hari Kesehatan Dunia, Pemprov Banten Hadirkan Tranformasi Kesehatan untuk Indonesia Maju

SERANG, TitikNOL - Pemerintah Provinsi (Pemprov) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten terus hadir dalam memberikan pelayanan kesehatan yang prima kepada masyarakat Provinsi Banten. Salah satunya dengan menghadirkan transformasi kesehatan.

Kepala Dinkes Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti mengatakan, berdasarkan arahan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) setidaknya terdapat enam pilar transformasi kesehatan.

Pertama, transformasi layanan primer, dimana, pilar pertama ini fokus layanan kesehatan dari mengobati menjadi mencegah.

"Upaya yang dilakukan dengan menggencarkan pencegahan dan deteksi dini segala masalag kesehatan baik fisik maupun jiwa. Meningkatkan sumberdaya manusia (SDM) kesehatan dari mulai puskesmas, puskesmas pembantu (pustu), kader posyandu," kata Ati, Minggu (12/11/2023).

Pilar kedua, lanjut Ati, adalah transformasi layanan rujukan. Tujuan dari pilar kedua ini adalah bagaimana memberikan pelayanan kesehatan yang susah menjadi mudah.

"Upaya yang harus dilakukan adalah melengkapi SDM kesehatan di rumah sakit, lalu memberikan beasiswa bagi putra-putri daerah untuk berbagai studi di bidang kesehatan. Melengkapi alat kesejatan sebagai daya dukung pelayanan dan optimalisasi anggaran daerah untuk pelatihan SDM kesehatan," ucapnya.

Pilar ketiga, yaitu transformasi sistem ketahanan kesehatan, dari industri kesehatan yang ketergantungan dengan luar negeri menjadi mandiri di dalam negeri.

"Upayanya dengan menggunakan seluruh produk dalam negeri. Penuhi kebutuhan obat, bahan medis habis pakai (BMHP), serta fasilitas penyimpanan di daerah melalui optimalisasi pemanfaatan APBD, DAK dan DAU," jelas Ati.

"Dalam pilar ketiga ini juga bagaiman dapat mentransformasikan sistem kesehatan yang rentan wabah menjadi tangguh. Caranya menyiapkan cadangan kesehatan dari kalangan pelajar, mahasiswa, pramuka, tenaga kesehatan yang sudah pensiun, dan berbagai elemen masyarakat lainnya," sambungnya.

Ati menuturkan, pilar keempat adalah tranformasi pembiayaan kesehatan, dari yang tidak efisien menjadi transparam dan efektif.

"Untuk pilar kelima adalah tranformasi SDM dan pilar keenam afalah tranformasi teknologi kesehatan," tuturnya. (ADV)

Komentar