Dihadapan Menristekk Dikti, Mentan: Bapak yang Bicara, Saya yang Kerja

Menpan Amran Sulaiman (net)Menpan Amran Sulaiman (net)

BOGOR, TitikNOL - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristek Dikti) beberapa tahun terakhir tengah fokus untuk mengembangkan teknologi guna mendukung program pemerintah mencapai swasembada sapi. 

Kerjasama dengan berbagai pengusaha pun gencar dilakukan guna memanfaatkan teknologi yang telah diciptakan. Salah satunya adalah teknologi pemisahan sperma jantan dan betina yang akan digunakan pada proses pembuahan sapi betina.

Menteri Ristek Dikti Muhammad Nasir pun semakin optimis Indonesia akan mencapai target swasembada sapi dalam jangka waktu tiga tahun. Menurutnya, dengan mengandalkan teknologi yang telah berhasil dikembangkan saat ini, Kementrian Pertanian (Kementan) seharusnya dapat mencapai target swasembada sapi pada 2018 mendatang.

"Tiga tahun atau lima tahun kita baru bisa swasembada. Tahun 2018 sudah bisa. Itu bisa dilakukan agar ada komitmen bersama. Saya yakin Menteri Pertanian bisa," ujar Nasir dihadapan Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat melakukan kunjungan ke PT Karya Anugerah Rumpin di Kabupaten Bogor, Kamis (7/1/2016).

Namun, jangka waktu tiga tahun yang disebutkan oleh Nasir cukup membuat Amran terkejut. Menurut Amran, saat ini Kementan masih harus menunggu hasil pembibitan sapi hingga beberapa tahun yang akan mendatang.

"Bapak yang berbicara, saya yang kerja," ujar Amran kepada Nasir.

Menurut Amran, Kementan saat ini memang menargetkan swasembada sapi dalam jangka waktu lima tahun mendatang. Namun, hal ini harus diiringi oleh kerjasama dengan berbagai lembaga seperti LIPI dan pihak swasta.

 

*Sumber: Okezone,com

 

TAG menpan
Komentar