SERANG, TitikNOL - Ratusan Mahasiswa Aktivis Dakwah kampus dan Rohis Sekota Serang, menggelar orasi menolak acara Valentine Day, di depan kampus Insitut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Maulana Hhasanudin, Sabtu (13/2/2016).
Kordinasi lapangan (Korlap) Asep Waryanto, mengatakan, perayaan Valentine Day hanya kode semata. Bahkan, tersimpan sejarah yang tidak tepat dirayakan bagi umat muslim.
"Makanya, kami melakukan orasi dengan melakukan taburan bunga, membagikan selembaran penolakan sambil berjalan kaki sampai hingga Alun-alun Kota serang,” papar Asep.
Asep pun berharap, orasi ini membuat masyarakat khususnya anak muda sadar, Valentine Day tidak patut dirayakan. “Kami malahan ingin, 14 Februari dijadikan hari gerakan menutup aurat internasional,” ucapnya.
Pasalnya, sudah banyak korban kekerasan yang disebabkan Valentine Day. Terbukti, dari data KPA, pada 2013-2014 terdapat 108 kasus kekerasan pada anak saat perayaan.
Lalu, Dari data BKKBN tahun 2013,anak usia 10-14 tahun yang telah melakukan aktivitas seks bebas atau seks di luar nikah mencapai 4,38 persen, sedangkan pada usia 14-19 tahun sebanyak 41,8 persen.
"Maka kalau sudah terjadi seperti itu akan menimbulkan los generation, dan kami yang tergabung dari Aktivis Dakwah kampus dan Rohis se Kota Serang tidak ingin hal tersebut terus berlanjut,” pungkasnya. (Her/red).