SERANG, TitikNOL - Hari ini, 77 tahun sudah Indonesia merdeka. 17 Agustus menjadi simbol lepasnya dari belenggu kolonialisme dan imprealisme.
Banyak pengorbanan tenaga, harta dan nyawa dalam merebut kemerdekaan dari penjajahan.
Perjuangan pahlawan menjadi teladan bagi masyarakat Indonesia. Saat ini perjuangan yang dilakukan adalah dengan gotong royong untuk memajukan Tanah Air.
Hal itu yang dipegang teguh oleh Agus Rusli hingga menginjak umur yang ke 58 tahun.
30 tahun sudah Agus menjadi abdi negara, mengorbankan jiwa dan raganya demi melayani masyarakat.
Lika liku tantangan menjadi pelipur lara. Apalagi dirinya pernah ditempatkan di pelosok daerah untuk jadi pelayan masyarakat.
Sejak menjadi PNS pada 1 Desember 1992, banyak kisah yang terlukiskan dalam hidup pria berbadan tinggi kekar tersebut.
Pengalaman itu membawanya mendapat julukan Bapak Kehidupan di lingkungan Dinsos Kabupaten Serang.
Sebutan itu pantas diberikan usai pria kelahiran Garut 27 Agustus 1964 itu, banyak menelan pil pahit dari perjuangan pengabdiannya untuk Bangsa dan Negara.
Terlebih, Agus sudah mengabdikan raga dan jiwanya untuk perkembangan daerah, mulai dari Jawa Barat hingga terbentuknya Banten jadi otonomi daerah.
Petualangan pengabdiannya dimulai di wilayah Pandeglang. Dari catatan kariernya, Agus pernah menjabat Pamong Belajar pada SKB di Pandeglang.
Kemudian Penilik Dikmas, Kasi Dikmas, Kabid PNF di Dindik Pandeglang, Kabidsosbud Bapenda, Kabid Statistik Bapeda.
Sedangkan pengabdiannya di Pemkab Serang, Agus pernah mengemban amanah jadi Kasi KTKPM Dimsos, Kasi Korban Tindak Kekerasan Migran.
Selanjutnya Kasubag Umum Disnaker, Kabid RR di BPBD, Kabid Arsip di Dinas Perpustakaan, dan saat ini di Kabid Pemberdayaan Sosial.
Pria yang telah memiliki tiga anak dan dua cucu itu sangat meneladani pimpinannya agar mendapat pelajaran penting, terutama strategi dalam memajukan daerah.
Agus mengaku senang selama menjadi abdi negara. Terlebih dapat membantu banyak orang meskipun melalui program pemerintah.
Mengingat sejak usia pemudanya, dirinya kerap menjadi penyambung lidah rakyat. Atas dasar itu dirinya bertekad menjadi insan yang bermanfaat bagi orang banyak.
"Kesannya bisa mensyukuri nikmat yang diberikan kepada saya dan bisa membantu orang yang sangat membutuhkan pada saat itu. Kepuasan tersendiri itu, datang ke saya dan bisa membantu mereka," katanya.
Sejak merantau di Banten, dirinya mendapat kenikmatan banyak saudara dan keluarga. Hingga tercetus julukan Bapak Kehidupan.
"Kalau di anggap Bapak Kehidupan bukan karena kedinasan, di tempat kerja di rumah itu pigur bapak," ungkapnya.
Tak heran memang, dirinya kerap berbagi pengalamannya selama menjadi pelayan rakyat untuk motivasi bagi PNS.
Berbagi cerita itu selalu dilakukan lantaran dirinya suka meminta petunjuk kepada pimpinan-pimpinan dan tokoh mayarakat yang pernah ditemuinya.
Sehingga hal itu menjadi karakter khusus bagi Agus Rusli. Bahkan untuk saat ini, pimpinannya di Dinsos Serang kerap menganggapnya sebagai bapak sendiri.
Memasuki masa senja menjadi PNS dan akan purna pada 1 September 2022, dirinya mengisi waktu dengan olahraga sepak bola dan seni suara di luar kedinasan. (TN3)