10 Manfaat Bumbu Dapur yang Mengandung Antioksidan

Ilustrasi bumbu dapur. (Dok: Dapurprima)Ilustrasi bumbu dapur. (Dok: Dapurprima)

TitikNOL Banyak bumbu dapur yang kaya kandungan nutrisi antioksidan. Nutrisi ini mampu meredakan inflamasi / radang dan menghambat pertumbuhan kanker, menetralkan kadar gula darah pada penderita diabetes, dan kondisi kronik lainnya.

Berikut ini beberapa bumbu dapur yang mengandung antioksidan tinggi.

1. Cengkeh. Merupakan salah satu bumbu dapur yang mengandung konsentrasi tinggi antioksidan. Jenis antioksidan yang dikandungnya adalah eugenol, carophy;;in, gallic acid, eugenin. Manfaatnya, mengoksidasi kolesterol ‘jahat’ LDL (kelebihan LHL bisa metimbulkan aterosklerosis).

2. Kayu manis. Kaya akan antioksidan yang mampu mencegah inflamasi, penyakit jantung, dan Alzheimer. Antioksidan polyphenois yang dikandungnya juga bisa meningkatkan aktivitas hormon insulin dan membantu mengontrol gula darah pada pasien diabetes.

3. Adas. Mengandung flavonoid dan tanin. Yang mampu menstimulai produksi empedu di dalam organ hati, berperan besar dalam mencerna dan mengabsorpsi lemak, selain membantu mengurangi inflamasi dan menghambat kanker.

4. Bawang putih. Rasa pedas dari senyawa sulfer yang dikandungnya mampu memperbaiki kondisi kesehatan jantung disebabkan oleh efek baik dari metabolisme lipid dan pengurangan kadar kolesterol. Juga dipercaya mampu mengurangi tekanan darah dan menghambat kanker.

5. Mustard. Memberikan efek kuat antimikroba. Kaya akan antioksidan jenis glucosinolatr phytonutrientsdan komponennya isothiocyanate, yang menghambat pertumbuhan sel-sel kanker terutama kanker usus. (bersambung)

6.  Daun mint. Bermanfaat menstimulasi produksi empedu dalam organ hati. Jenis antioksidan yang dikandungnya adalah vitamin C dan phytonutrient perillyl alcohol, yang sudah terbukti menghambat pertumbuhan sel-sel kanker.

7. Kunyit. Zat aktif yang dikandungnya mampu memproteksi saraf, mempunyai efek anti-aging bagi saraf otak, antiinflamasi, dan menghambat pertumbuhan sel-sel kanter payudara. Juga menghambat terjadinyastroke.

8. Jahe. Antioksidan zingerone terbukti mampu memproteksi saraf otak. Sedangkan antioksidan phenolic gingeroi menghambat radang, juga terbukti menghambat sel-sel kanker usus.

9. Cabai merah. Zat aktifnya capsaicin dimanfaatkan untuk mengurangi rasa sakit dari peripheral neuropathy. Juga menstimulasi produksi asam empedu dan membantu menambah berat badan yang terus menurun dengan cara meningkatkan metabolisme.

10. Lada hitam. Mengandung antiradikal bebas jenis scavenger pinene yang menghambat efek akibat mengkonsumsi makanan lemak tinggi. Sedangkan piperine meningkatkan absorpsi selenium, vitamin B, beta-karoten, dan nutrisi lainnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: www.sehatalami.co

Komentar