Detik-detik Wafatnya Rasulullah SAW

TitikNOL - Nabi Muhammad saw wafat pada usia ke 63 tahun dalam pelukan istrinya Siti Aisyah ra. Tepatnya menurut berbagai sumber, penutup para nabi tersebut wafat pada tanggal 8 Juni 632 Masehi.

Kisah berikut adalah detik-detik penuh duka jelang kepulangan Rasulullah saw ke hadapan Allah Swt.

Nabi Muhammad saw yang menjadi utusan Allah terakhir, yang menerima wahyu salat, menerima mukjizat Al-Qur'an, juga menjadi pemimpin politik paling berpengaruh di dunia, wafat di kota Madinah, Arab Saudi.

Sebelum wafat, Nabi Muhammad sudah menunjukkan isyarat bahwa hidupnya tidak akan lama lagi. Saat itu ketika Nabi menunaikan haji wada' (haji terakhir yang dilakukan Nabi), ia berkata kepada para sahabatnya yang membuat suasana menjadi sedih.

"Aku tidak tahu pasti, mungkin setelah tahun ini, aku tidak bisa lagi berjumpa dengan kalian di tempat wukuf ini untuk selamanya," kata Nabi Muhammad kepada para sahabatnya.

Kemudian dalam kesempatan lain yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, Nabi Muhammad saw semakin mempertegas bahwa ia tidak akan hidup selamanya.

Rasulullah saw bersabda, "Sesungguhnya aku yang mendahului kalian. Sesungguhnya aku menjadi saksi atas kalian. Demi Allah, sungguh saat ini aku sedang melihat liang kuburku! Kepadaku telah diserahkan kunci-kunci perbendaharaan Bumi atau kunci-kunci Bumi. Dan demi Allah, aku tidak mengkhawatirkan kalian akan musyrik setelahku. Akan tetapi yang kutakutkan kalian akan berlomba-lomba mendapatkan kunci-kunci itu!” (HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim).

Dalam riwayat dari Ibnu Mas’ud ra, Rasulullah saw berwasiat kepada para sahabat. Ibnu Mas’ud berkisah, "Saat menjelang ajal Rasulullah saw, beliau mengumpulkan kami di rumah Aisyah ra. Kemudian Rasulullah memandangi kami dengan berlinang air mata. Rasulullah kemudian bersabda, "Marhaban bikum, semoga Allah memanjangkan umur kalian semua, semoga Allah menyayangi, menolong dan memberikan petunjuk kepada kalian."

Bertakwalah kepada Allah, karena sesungguhnya aku adalah sebagai pemberi peringatan untuk kalian semua. Janganlah kalian semua berlaku sombong terhadap Allah."

Allah berfirman, "Kebahagiaan dan kenikmatan di akhirat, kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan dirinya dan membuat kerusakan di muka bumi. Dan kesudahan surga itu bagi orang orang yang bertakwa."

Menjelang wafat, Nabi Muhammad saw jatuh sakit. Ia bahkan tidak mampu menjadi imam salat berjemaah seperti biasanya.

Saat Bilal bin Rabah baru selesai mengumandangkan azan, ia menjemput baginda Nabi ke rumahnya. Akan tetapi, karena sakit yang diderita Nabi Muhammad semakin parah, Nabi pun meminta tolong kepada Abu Bakar untuk menggantikannya menjadi imam salat.

Selama beberapa waktu, Nabi akhir zaman tersebut semakin merasakan sakit yang luar bisa. Singkat cerita, malaikat maut diperintahkan oleh Allah untuk bertamu ke rumah Rasulullah saw.

Malaikat itu menjelma menjadi seorang laki-laki dengan membawa perintah dan pesan dari Allah Swt. Allah berpesan jika ia dipersilakan masuk ke rumah Nabi maka ia harus masuk, tetapi jika tidak dipersilakan maka ia harus pulang.

Setelah malaikat maut sampai di depan pintu rumah Nabi Muhammad saw, ia pun dipersilakan masuk. Nabi Muhammad saw tahu bahwa sesosok lelaki asing itu adalah malaikat maut yang mendapat tugas dari Allah untuk mencabut nyawanya.

Kemudian, betapa cintanya Nabi Muhammad saw terhadap kita semua. Saat nyawanya hendak dipisahkan dari raganya, Nabi Muhammad saw justru mengkhawatirkan umatnya.

Nabi Muhammad saw bahkan memohon agar rasa sakit akibat dicabutnya nyawa ditimpakan kepadanya semua. Nabi tidak ingin umatnya juga merasakan sakit yang sangat luar biasa ketika ajal menjemput.

Hingga akhirnya, Nabi Muhammad saw kembali ke hadapan Sang Pencipta meninggalkan warisan teladan yang harus kita contoh dalam kehidupan sehari-hari.

Wallahu a'lam.

Berita ini telah tayang di akurat.co, dengan judul: Detik-detik Wafatnya Nabi Muhammad saw dalam Pelukan Aisyah ra

Komentar