TitikNOL - Gerhana matahari sebagian akan terjadi hari ini (13/7), bersamaan dengan fenomena supermoon, yaitu ketika bulan mencapai jarak terdekatnya dengan bumi yang membuat bulan terlihat lebih besar dari biasanya. Namun, peristiwa ini tidak dapat dilihat dari Indonesia.
Gerhana matahari sebagian dan supermoon ini hanya dapat dilihat dari bagian Australia bagian selatan, Selandia Baru bagian selatan, Samudera Pasifik bagian selatan, dan garis pantai Antartika.
Pasalnya, peristiwa gerhana matahari cukup sering terjadi. Ada tiga gerhana matahari di sepanjang tahun ini, dan dua gerhana matahari pada tahun 2017 lalu.
Hal ini disebabkan oleh bulan yang lewat di antara matahari dan bumi setiap 29 hari sekali, dan fase tersebut disebut new moon. Namun, karena kemiringan orbit bulan berbeda dengan kemiringan orbit bumi, maka gerhana matahari tak selalu terjadi di setiap new moon.
Gerhana matahari semakin dirasa jarang terjadi karena selalu hanya dapat disaksikan dari belahan dunia tertentu. Dengan kata lain, tak seluruh penduduk bumi dapat melihatnya.
Dilansir dari Science Alert, gerhana yang nanti malam bakal terjadi adalah gerhana matahari sebagian, ketika bayangan bulan hanya menutupi sebagian matahari.
Berita ini telah tayang di cnnindonesia.com, dengan judul: Indonesia Tak Bisa Melihat Gerhana Matahari Sebagian Hari Ini
Soal Potensi Petahana Manfaatkan Sosialisasi SKPD, Bawaslu Surati Pemprov Banten
Real Madrid dan Barcelona yang Kini Bernasib Sama-sama Menderita
Puluhan ASN di Lebak Jalani Tes Urine
Jumlah Sengketa Informasi Turun 100 Persen di 2016
8 September 2003 – Gadis 12 Tahun Dituntut RIAA Karena Mengunduh Musik dari Internet
Gelaran AFF Suzuki Cup Akan Gunakan Format Baru