Ikon Betawi Hadir Diajang Milan Design Week

Minister Counsellor Pensosbud KBRI Roma, Charles Hutapea (keempat kiri) saat menghadiri pembukaan pameran Superdesign Show di Milan. (Foto: Dok KBRI Roma).Minister Counsellor Pensosbud KBRI Roma, Charles Hutapea (keempat kiri) saat menghadiri pembukaan pameran Superdesign Show di Milan. (Foto: Dok KBRI Roma).

TitikNOL - Indonesia kembali berpartisipasi dalam Milan Design Week, -sebuah ajang pekan pameran berbagai jenis karya dan rancangan terkemuka dunia, di Kota Milan, Italia. Indonesia menyuguhkan karya kreatif dari para seniman dan perancang Indonesia pada Superdesign Show berjudul Essential Jakarta. Ragam karya ini mengambil inspirasi dari delapan ikon Betawi, yaitu ondel-ondel, kembang kelapa, gigi balang, baju sadariah dan kebaya kerancang, batik betawi, kerak telor dan bir pletok.

Menempati lahan seluas 175 meter persegi, gerai Jakarta dirancang menyerupai bentuk kembang goyang, kue khas dari Betawi. Selain tampilan karya, ada pula pertunjukan tarian tradisional dan suguhan makanan kecil maupun kue dan kudapan tradisional yang menarik perhatian pengunjung.

Lalu, furniture karya Junianto berupa kursi kayu dengan jalinan rotan berbentuk lengkungan asimetris, juga dipamerkan di sana. Karya tersebut diberi nama "Ciliwung Chair", karena mengambil tema dari Sungai Ciliwung. Bagi Junanto, kursi Betawi menceritakan sejarah dan proses evolusi desain sejak jaman kolonial.

Topeng Betawi

Sementara itu, Eldwin Pradipta membuat instalasi karya berupa topeng Betawi yang dipadukan dengan teknik video mapping. Kreasi tersebut dijadikan sebagai latar belakang dari tarian Betawi, yang menjadikan sebuah seni pertunjukan yang lebih hidup.

Ada pula busana tradisional karya Felicia Budi yang memadukan warisan budaya dengan modernitas kaum urban dalam karya kebaya kerancang bagi perempuan. Sementara, bagi kaum pria ada baju sadariah. Para pengunjung yang terdiri dari undangan khusus, komunitas desain, media, dan juga warga setempat, banyak yang mengaku menyukai karya yang ditampilkan di stan Indonesia.

Gisella Borioli, Direktur dari Superstudio mengatakan, gerai Indonesia sangat menarik dan berwarna dengan pemanfaatan lahan yang sangat baik.

"Saya memiliki impresi yang kuat dan positif dengan apa yang ditampilkan Indonesia, yaitu budaya tradisionalnya yang dikemas dalam tampilan kontemporer," kata Gisella.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemprov DKI Jakarta yang bekerja sama dengan Indonesian Contemporary Art & Design (ICAD) menggagas kehadiran Indonesia di ajang ini. Sherly Yuliana, mewakili Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta menyebut, partisipasi ini merupakan bentuk dukungan kepada industri kreatif. Selain itu, kata Sherly, kegiatan ini juga demi melestarikan warisan budaya tradisional, dan promosi Betawi di kancah internasional.

"Ini adalah untuk pertama kalinya Jakarta melakukan promosi industri kreatif, sekaligus budaya ke Eropa," ujar dia.

Senada dengan itu, Minister Counsellor Pensosbud KBRI Roma, Charles Hutapea menyebut, partisipasi ini adalah wujud penguatan kerja sama, khususnya di sektor ekonomi kreatif.

"Ini sesuai dengan tema Peringatan 70 Tahun Hubungan Diplomatik RI- Italia tahun 2019, yang mendorong kerja sama ekonomi kreatif dan UKM," kata Charles.

Milan Design Week adalah pekan pameran desain terkemuka yang melibatkan komunitas kreatif dari seluruh dunia. Sepanjang pekan ini, ada berbagai pameran digelar di Kota Milan, salah satunya Superdesign Show bertempat di kompleks Superstudio Piu, Via Tortona. Seluruh rangkaian acara tersebut digelar mulai tanggal 7-14 April 2019.

Berita ini telah tayang di lifestyle.kompas.com, dengan judul: Melihat Hadirnya 8 Ikon Betawi di Ajang Milan Design Week

Komentar