Indonesia Diserang Hacker 1.332 Kali per Menit, Dari Negara Mana Saja Serangannya?

Ilustrasi. (Dok: Tempo)
Ilustrasi. (Dok: Tempo)

TitikNOL - Sebanyak 347 juta serangan siber melanda RI sejak awal tahun. Beberapa negara terdeteksi jadi penyumbang terbesar. Berikut daftar lengkapnya.

Hal ini terungkap dalam Laporan Ancaman Digital di Indonesia dari perusahaan keamanan siber AwanPintar.id.

Lembaga ini menggunakan sensor-sensor yang tersebar di jaringan internet Indonesia dan mengumpulkan seluruh data dari tiap sensornya untuk diolah menjadi Big Data.

Sejak awal tahun hingga Juni, AwanPintar.id mendeteksi 347.172.666 serangan siber ke Indonesia. Jika dirata-ratakan, RI diserang 1.918.081 kali per hari, 79.920 kali per jam, 1.332 kali per menit, atau 22 kali per detik.

Jumlah serangan tersebut mengalami fluktuasi setiap bulannya. Sejak Januari sampai April jumlah serangan mengalami penurunan signifikan, yakni dari 62 juta menjadi 36,8 juta. Pada Mei, serangan siber melonjak mencapai 112.663.062 kali.

"Lonjakan itu seiring dengan insiden ransomware Lockbit yang menggegerkan Indonesia pada bulan tersebut," kata AwanPintar.id, dalam laporan yang dirilis Senin (17/7).

Dari negara mana saja serangannya?

Perusahaan mencatat sejumlah negara yang terbanyak melakukan serangan siber yang lebih terprogram, berskala besar, dan terfokus.

Brasil berada di pucuk daftar tersebut dengan total serangan sebanyak 451.527.897 serangan. Sementara itu, AS berada pada posisi kedua dengan total 361.946.530 serangan.

Kedua negara tersebut memiliki kuantitas serangan yang relatif besar jika dibandingkan dengan negara-negara lain.

Di posisi ketiga, Iran menyumbang 150.630.838 serangan. China ada di posisi keempat dengan 109.223.074 serangan siber ke Indonesia.

Selain itu, ada Hongkong (77,6 juta serangan), Belanda (75,6 juta serangan), dan Korea Selatan (70,8 juta serangan), Jerman (55,6 juta serangan) dan Prancis (43,7 juta serangan).

Di peringkat ke-10, negara tetangga Singapura turut menyumbang 28,88 juta serangan siber.

Sebagai catatan, serangan siber yang terdeteksi dari negara tersebut tidak serta merta menjadikan negara tersebut sebagai sumber serangan. Pasalnya, pemalsuan IP address bisa jadi dilakukan oleh penjahat siber yang menggunakan IP address negara-negara tersebut.

"Dapat dikatakan asal penyerang merupakan IP yang lemah monitoring atau tingkat keamanannya sehingga dapat dimanfaatkan untuk melakukan penyerangan," tulis AwanPintar.

Berita ini telah tayang di cnnindonesia.com, dengan judul: RI Diserang Hacker 1.332 Kali per Menit, Mayoritas dari Brasil

Komentar