Sabtu, 27 Juli 2024

Ini Akibatnya Jika Sering Menahan Buang Air Kecil

Ilustrasi. (Dok: Tribunnews)
Ilustrasi. (Dok: Tribunnews)

TitikNOL - Selain makan dan minum, ekskresi atau pembuangan zat sisa dari dalam tubuh, seperti buang air kecil, juga merupakan suatu kebutuhan biologis manusia. Seperti menunda-nunda makan, menahan buang air kecil pun dapat memicu terjadinya gangguan dalam tubuh. Salah satu gangguan yang kerap terjadi pada orang yang memiliki kebiasaan menahan buang air kecil adalah batu ginjal.

Batu ginjal atau nefrolitiasis adalah pembentukan materi keras, menyerupai batu, yang berasal dari mineral, garam, serta limbah dalam darah yang membentuk kristal dan menumpuk di ginjal. Batu-batu ini dapat terbentuk di sepanjang saluran urine, dari ginjal, ureter (saluran kemih yang membawa urine dari ginjal menuju kandung kemih), kandung kemih, serta uretra (saluran kemih yang membawa urine ke luar tubuh).

Seiring waktu, materi keras tersebut akan semakin keras dan menyerupai bentuk batu. Itulah yang kemudian disebut sebagai batu ginjal.Batu ginjal dapat berpindah dan tidak selalu berada dalam ginjal. Perpindahan batu ginjal, terutama yang berukuran besar, akan menyebabkan iritasi saluran kemih. Itulah mengapa deteksi dini terhadap batu ginjal sangat diperlukan, untuk mencegah kerusakan permanen pada fungsi ginjal.

Gejala yang Menyakitkan

Pada kasus yang masih tergolong ringan, pengidap batu ginjal mungkin saja tidak akan merasakan gejala yang berarti. Namun, ketika batu sudah semakin banyak, mengiritasi saluran kemih, hingga menyebabkan penyumbatan, ada berbagai gejala menyakitkan yang bisa dialami pengidap batu ginjal. Berikut beberapa di antaranya:

  • Urinary colic, atau sakit luar biasa yang muncul dan hilang pada bagian samping-belakang, kemudian biasanya bergerak ke bagian bawah perut.
  • Sakit pada bagian pinggang, paha, selangkangan, dan area genital.
  • Buang air kecil terasa sakit.
  • Terdapat darah dalam urine.
  • Mual dan muntah-muntah.
  • Meriang atau demam.

Beberapa Hal yang Dapat Memicu Terbentuknya Batu Ginjal

Batu ginjal dapat terbentuk ketika urine atau air kencing mengandung terlalu banyak zat kimia, seperti kalsium, asam urat, sistin, atau strutive (campuran fosfat, magnesium, dan ammonium). Melakukan diet tinggi protein tanpa diimbangi konsumsi air misalnya, dapat meningkatkan risiko batu ginjal. Beberapa hal lainnya yang juga dapat menyebabkan terbentuknya batu ginjal adalah:

1. Terlalu Banyak Asupan Kalsium

Makanan atau minuman yang mengandung banyak kalsium memang disarankan, terutama dalam masa pertumbuhan. Namun, jika dikonsumsi terlalu banyak, kalsium yang masuk ke dalam tubuh akan menumpuk dan memicu terbentuknya batu ginjal, lho. Sebab, sisa kalsium yang tidak diserap oleh tulang dan otot akan dialihkan ke ginjal.

Dalam kondisi normal, ginjal akan mengeluarkan kelebihan kalsium tersebut bersama dengan urine. Namun, ketika kalsium yang masuk ke tubuh terlalu banyak, kalsium tersebut kemungkinan akan tetap berada di ginjal dan bergabung dengan produk-produk limbah lain untuk membentuk batu.

2. Asam Urat Tinggi

Selain kalsium, batu ginjal juga dapat terbentuk ketika mengandung terlalu banyak asam, dan membentuk batu yang bernama batu asam urat. Batu ginjal jenis ini biasanya berisiko tinggi terbentuk pada ginjal orang-orang makan banyak daging, ikan, dan kerang.

3. Mengalami Infeksi Ginjal

Orang dengan riwayat infeksi ginjal memiliki risiko cukup tinggi untuk mengalami batu ginjal. Jenis batu yang dapat terbentuk akibat adanya infeksi ginjal adalah batu struvit.

4. Faktor Genetik

Selain kebiasaan buruk seperti menahan buang air kecil dan kurang mengonsumsi air putih, batu ginjal juga dapat terjadi karena faktor genetik. Jenis batu ginjal yang biasa dihasilkan dari faktor ini adalah batu sistin, yaitu batu yang terbentuk dari sejenis asam amino yang mengandung sulfur senyawa protein.

Berita ini telah tayang di halodoc.com, dengan judul: Sering Menahan Buang Air Kecil, Hati-Hati Batu Ginjal

Komentar