Kue Balok Pandeglang, Disukai Lidah Lokal Hingga Mancanegara, Pendapatan Tembus Rp2 Juta Sehari

Salah satu pembeli kue balok (Foto: TitikNOL)
Salah satu pembeli kue balok (Foto: TitikNOL)

PANDEGLANG, TitikNOL - Selain memiliki destinasi wisata yang indah, di Pandeglang juga memiliki kue ciri khas yang diuskai lidah lokal maupun lidah mancanegara.

Kue itu dinamakan kue balok. Tempatnya yang berada di Jl Raya Labuan Kilometer 06 Babakan Cikedal, selalu menjadi transit wisatawan yang akan berkunjung ke tempat wisata pesisir pantai yang melewati jalan Menes.

Dinamakan kue balok lantaran bentuknya yang kotak-kotak menyerupai balok. Disajikan menggunakan daun pisang dan ditambah serundeng serta bawang goreng, membuat cita rasanya semakin nikmat.

Bagi pengunjung yang sudah membeli, kue itu tidak dapat dibiarkan lebih lama. Sebab pembuatannya masih alami dan tidak menggunakan pengawet.

Ai, salah satu pelayan kue balok mengatakan, dagangannya itu merupakan usaha keluarga, yang diwariskan oleh orangtuanya.

Dari plang yang dipasang di depan tempat penjualan, owner kue balok Babakan adalah Hj. Djamsinah (almarhum). Usaha itu telah dibuka sejak tahun 1980.

"Ini usaha keluarga. Sudah 35 tahun lebih. Kan balok, nenek moyang makan singkong, jadi ditumbuk, gitu. Ditambahin bawang dan serundeng saja," katanya saat ditemui di lokasi, Jumat (3/12/2021).

Ia menyebutkan, banyak penikmat dari kue balok ini, mulai dari wisatawan lokal, luar kota, hingga manca negara.

Selain menjual kue balok, ada juga makanan ringan lainnya dan minuman bandrek, yang menjadi pelengkap dagangan.

"Kebanyakan ingin mencoba rasanya, kalau bule (wistawan mancanegara). Kalau bule sekarang nggak ada karena pandemi," ujarnya.

Ia menceritakan, awalnya kue balok ini muncul gagasan dari saudara Hj. Djamsiah yakni bibi Suwati di Ciputih. Karena sudah meninggal, akhirnya usahanya diteruskan dan dipindahkan ke Babakan.

"Dari bibi Suwati di Ciputih. Itu yang bikin. Ua sudah meninggal, jadi dibawa ke sini (jualannya)," tutunya.

Ia menerangkan, bahan dasar dari kue balok adalah singkong jenis roti. Awalnya, singkong itu di kukus kurang lebih satu jam.

Kemudian di tumbuk menggunakan alat halu (tongkat lonjong panjang) dan dulang (kayu yang ada lingkarang cekung di tengah) maksimal empat orang selama 15 menit.

"Singkong roti. Cuma dikasih garam. Singkong dikukus, lalu ditumbuk agar halus dan kenyal oleh empat orang maksimal," terangnya.

Ia mengaku pada hari libur mengahabiskan singkong sebanyak dua kuintal. Bahkan dalam waktu sehari, kue balok yang dijual Rp5 ribu per porsi, mendapat penghasilan Rp2 juta.

"Satu porsi Rp5 ribu. Sehari dapat Rp2 juta. Biasa saja, nggak ada penurunan," paparnya.

Untuk anda yang ingin membeli, bisa datang ke lokasi langsung. Warung itu dibuka mulai pukul 08:00 WIB hingga 20:00 WIB. (TN3)

Komentar