Perhatikan Hal Berikut Sebelum Minum Minuman Berenergi Selama Begadang

Ilustrasi. (Dok: Liputan)
Ilustrasi. (Dok: Liputan)

TitikNOL - Tidak terasa sudah 4 tahun berlalu sejak tim Panser, Jerman, memenangkan turnamen paling bergengsi di dunia sepak bola, yaitu World Cup atau Piala Dunia. Nah, tahun ini tiba saatnya untuk kembali menyaksikan Piala Dunia!

Di tahun 2018 ini, Piala Dunia diselenggarakan di negara Rusia. Karena letak geografisnya berbeda dengan Indonesia, maka beberapa pertandingan yang diadakan di siang atau sore hari waktu Rusia harus kita nikmati di malam atau dini hari waktu Indonesia.

Karenanya, begadang menjadi tidak terhindarkan sepanjang perhelatan Piala Dunia. Sebagai akibatnya, badan menjadi lelah dan terasa mengantuk keesokan harinya. Padahal, Kamu tetap harus melakukan aktivitas, seperti bekerja atau sekolah.

Nah, di saat-saat begini, banyak di antara kita yang mengonsumsi minuman berenergi (energy drinks) agar stay awake alias tidak mengantuk dan tetap segar setelah begadang menonton Piala Dunia.

Minuman berenergi memang dapat membantu seseorang untuk tetap terjaga, karena mengandung beberapa zat yang bersifat stimulan. Salah satunya yang paling sering digunakan dalam minuman berenergi adalah kafein.

Kafein adalah suatu stimulan untuk sistem saraf pusat, yang dapat meningkatkan kewaspadaan (alertness). Hal ini terjadi karena kafein bekerja sebagai antagonis reseptor adenosin. Kafein adalah sebuah senyawa alami yang terkandung dalam beberapa jenis tanaman, termasuk kopi, teh, dan cokelat.

Mengonsumsi minuman berenergi yang mengandung kafein memang dapat membuat tubuh tetap segar setelah begadang nonton Piala Dunia. Namun, Kamu harus mewaspadai beberapa hal berikut ini terkait penggunaan minuman berenergi.

1. Batasi jumlah asupan dalam sehari

Hal paling utama dalam mengonsumsi makanan atau minuman apapun adalah konsumsi dalam batas yang wajar. Demikian pula dengan kafein. Menurut Food and Drug Administration, badan yang menangani regulasi pangan dan obat-obatan di Amerika Serikat, batas asupan kafein yang dianjurkan adalah 400 mg per hari untuk dewasa. Batas asupan akan lebih rendah untuk ibu hamil dan menyusui, yakni hanya sekitar 200-300 mg dalam sehari.

Minuman berenergi sendiri memiliki kandungan kafein yang beragam. Misalnya salah satu merek minuman berenergi yang terkenal di dunia dan di Indonesia, dalam setiap botol atau kaleng mengandung 50 mg kafein.

Kandungan kafein ini dapat Kamu lihat pada tabel atau penjabaran komposisi yang ada di label produk. Pencantuman kadar ini menjadi hal yang diwajibkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan untuk makanan dan minuman, termasuk produk minuman berenergi, yang beredar di Indonesia. Jadi, dari situ Kamu bisa menghitung sudah seberapa banyak kafein yang Kamu konsumsi lewat minuman berenergi tiap harinya.

2. Perhitungkan asupan kafein dari makanan, minuman, dan obat

Selain menghitung jumlah konsumsi kafein dari minuman berenergi, jangan lupa untuk menghitung asupan kafein dari sumber lain. Misalnya kopi, teh, dan cokelat. Satu cangkir kopi memiliki kadar kafein yang beragam tergantung dari jenis kopinya, yaitu sekitar 50-100 mg per cangkir. Teh dan cokelat memiliki kadar kafein yang lebih rendah daripada itu untuk setiap takaran saji.

Selain dalam makanan dan minuman, kafein juga terkandung dalam beberapa jenis obat, utamanya obat-obatan penahan rasa sakit alias pain killer. Kafein biasanya dikombinasikan dengan parasetamol (acetaminophen) atau ibuprofen sebagai pereda nyeri, dan obat-obatan ini kebanyakan dijual bebas. Kandungan kafein dalam obat-obatan ini juga beragam, dan informasi kadar kafein dalam satu tablet dapat Kamu lihat di bagian informasi pada kemasan obat.

Jadi, jika dalam sehari Kamu mengonsumsi 2 kaleng minuman berenergi, dua cangkir kopi, dan 3 tablet obat yang mengandung 65 mg kafein tiap tabletnya, maka Kamu sudah mengonsumsi kurang lebih 395 mg kafein hari itu!

3. Kenali tanda-tanda efek samping penggunaan kafein

Mengapa Kamu harus senantiasa mewaspadai konsumsi kafein dalam sehari? Hal ini karena penggunaan kafein yang berlebihan dapat menyebabkan efek samping, mulai dari yang sifatnya ringan hingga berat. Kafein dapat menyebabkan iritasi saluran pencernaan, insomnia, agitasi, dan keresahan. Pada kasus yang lebih serius, kafein dapat menyebabkan gangguan irama jantung. Konsumsi kafein pada dosis tinggi dapat menyebabkan palpitasi dan takiaritmia, yang ditandai dengan jantung berdebar.

Jika setelah mengonsumsi kafein, terutama dalam dosis tinggi, Kamu merasakan stimulasi sistem saraf pusat yang berlebihan atau gangguan irama jantung, sebaiknya Kamu segera pergi mencari bantuan medis. Efek kafein tenyata berbeda-beda pada setiap orang, lho! Beberapa penelitian mencoba membuktikan hal ini dan diduga berkaitan dengan genomik seseorang. Jadi, ada orang yang baru merasakan efek samping kafein pada dosis tinggi, ada pula orang yang baru minum secangkir kopi saja sudah mual dan merasa berdebar-debar.

Gengs, itu dia 3 hal yang sebaiknya Kamu waspadai selama mengonsumsi minuman berenergi, agar membuatmu segar setelah begadang nonton Piala Dunia. Hitung pengonsumsiannya dalam sehari, jangan melebihi limit yang dianjurkan, dan tetap waspada jika Kamu mengalami efek samping dari penggunaan kafein. Jadi, semangat untuk menonton dan mendukung tim kesayanganmu di Piala Dunia 2018 tidak terganggu oleh masalah kesehatan akibat konsumsi minuman berenergi yang berlebihan. Salam sehat!

Berita ini telah tayang di guesehat.com, dengan judul: Minum Minuman Berenergi Selama Begadang Nonton Piala Dunia? Perhatikan Hal Berikut!

Komentar