Sebaiknya Jangan Tidur dengan Keadaan Rambut yang Masih Basah

Ilustrasi. (Dok: femina)Ilustrasi. (Dok: femina)

TitikNOL - Ada orang yang memilih keramas pada pagi hari sebelum beraktivitas, tetapi ada juga yang memilih untuk mencuci rambut pada malam hari. Bila Anda termasuk yang terakhir, sebaiknya jangan tidur saat rambut dalam keadaan basah.

Tidur dengan rambut basah, sama saja Anda menghabiskan malam bersama bakteri. Menempelkan kulit kepala ke bantal lembap membuat Anda rentan terhadap sejumlah infeksi, yang paling umum adalah perkembangan ketombe dan kurap pada kulit kepala.

Ketombe bisa disebabkan oleh kulit kepala kering, eksim, psoriasis, atau jamur, yang kesemuanya bisa diperburuk dengan kebiasaan tidur dengan rambut basah. Jamur tumbuh subur pada tempat hangat, gelap, dan lembap, seperti kulit kepala saat Anda tidur dengan rambut basah.

Efek lainnya adalah terjadinya kurap pada kulit kepala, yang secara medis dikenal sebagai tinea capitis. Infeksi ini diidentifikasi oleh bintik-bintik botak kecil yang muncul di kulit kepala.

Kurap dapat menular, sehingga bila Anda berbagi bantal dengan orang lain, penyakit tersebut dapat menular pada orang tersebut.

Selain itu, kulit kepala yang tetap basah dan dibiarkan mengering secara perlahan bisa memperburuk gatal dan pengelupasan akibat eksim dan psoriasis. Rambut basah juga bisa menyebabkan flu karena Anda akan tidur dalam kondisi kedinginan.

Belum lagi, rambut dalam kondisi paling rapuh saat basah. Gerakan saat tidur tanpa disadari meningkatkan risiko kerusakan.

Ini memengaruhi tekstur rambut, dan mempersulit proses pertumbuhannya. Belum lagi, saat bangun, rambut menjadi kusut dan sulit ditata.

Banyak orang tidak langsung menyisir rambutnya setelah keramas, karena dapat merusak batang rambut dan menyebabkan kerusakan. Solusinya adalah gunakan jari untuk menyisir, sampai rambut lebih rapi dan gunakan handuk untuk mengeringkan rambut.

Efek buruk tidur dengan rambut basah belum berhenti sampai di situ. Jika hal ini jadi kebiasaan, lama-kelamaan bisa mengurangi kilau pada setiap helai rambut Anda.

Sebab, saat Anda meletakkan kepala basah di atas sarung bantal kering, kain akan menyerap kelembapan rambut. Padahal, rambut lembap dan minyak alami dari kulit kepala lah yang membuat rambut berkilau.

Untuk alasan kesehatan, Anda sebaiknya mewaspadai adanya cacing kulit kepala, yang merupakan jamur pembuat gatal dan rambut rontok. Pertumbuhan jamur berasal dari perpaduan rambut basah serta bantal yang menjadi hangat dan lembap.

Jika terpaksa tidur dalam kondisi rambut basah

Bila harus keramas pada malam hari, sebaiknya siapkan waktu untuk mengeringkan rambut sebelum tidur. Bisa juga disiasati dengan memberi jarak, keramas tidak terlalu dekat dengan waktu tidur, sehingga rambut masih bisa kering secara alami.

Anda juga bisa memanfaatkan bantal berbahan sutra atau satin bila harus tidur dengan rambut basah. Sutra memiliki permukaan yang jauh lebih halus sehingga tak akan merusak rambut.

Anda juga bisa menaruh handuk kering di atas bantal untuk menyerap air dari rambut basah.

Selanjutnya, Anda bisa tidur dengan mengepang rambut agak longgar. Hindari mengikat atau membuat cepol. Bila rambut Anda pendek, bisa membungkus rambut dengan syal atau kain sutra.

Tip lain yang bisa Anda coba untuk menyiasati tidur dengan rambut basah adalah mengaplikasikan serangkaian produk pendukung kesehatan rambut, seperti kondisioner dan serum.

Bagaimanapun, cara yang paling mudah yakni dengan mengubah kebiasaan keramas malam hari ke pagi hari. Ingatlah bahwa ini dilakukan atas pertimbangan kesehatan diri sendiri.

Berita ini telah tayang di beritagar.id, Minggu 15 Oktober 2017 dengan judul Jangan tidur dengan rambut basah

Komentar