Tenun Baduy Pikat Wisatawan

Warga pengrajin tenun baduy saat melakukan proses pembikinan tenun (foto:net)Warga pengrajin tenun baduy saat melakukan proses pembikinan tenun (foto:net)

TitikNOL - Wisatawan minat Kerajinan tenun Baduy di Lebak, Banten. Itu karena tenun Baduy memiliki nilai seni tradisional dan warnanya berbeda dengan tenun lain di Tanah Air.

Meti (40), perajin Baduy warga Kadu Ketug, Leuwidamar, Kabupaten Lebak, menjelaskan selama ini, wisatawan dari berbagai daerah yang mengunjungi wisata budaya di kawasan adat, mereka tertarik kain Baduy.

"Mereka wisatawan domestik ingin mengetahui kehidupan warga Baduy. Bahkan, banyak wisatawan yang datang ke sini membeli tenun dengan jumlah banyak. Pengunjung membeli kain tenun Baduy untuk dijadikan kenang-kenangan dengan alasan tradisional juga memiliki nilai seni," jelas dia.

Ia menambahkan bahwa benang bahan baku kain tenunan berasal dari Majalaya Bandung, Jawa Barat. Ia mengatakan kerajinan kain tenunan dikerjakan kaum perempuan dengan peralatan secara manual.

"Kami sejak sebulan omzet penjualan relatif baik karena memasuki musim liburan tahun baru itu," ungkap dia.

Menurut dia, untuk mengerjakan kain dengan ukuran 3x2meter persegi bisa dikerjakan selama sepekan. Pengerjaan kain tenun sambil duduk di balai-balai rumah yang terbuat dari dinding bambu dan atap rumbia.

"Mereka mengerjakan tenun Baduy itu dengan berbagai motif dan corak warna. Kami sangat terbantu pendapatan ekonomi keluarga dengan kerajinan kain Baduy itu," kata dia.

Begitu juga perajin tenun lainnya, Jali (55) mengaku, selama ini permintaan kain dan batik Baduy meningkat sehingga wisatawan domestik dari luar daerah setiap hari datang ke perkampungan Baduy. Adapun, kata dia, harga kain tenun dan pakaian batik Baduy itu tergantung kualitas mulai Rp70.000 sampai Rp350.000 per busana.

"Semua wisatawan domestik itu sangat mencintai produk masyarakat adat," imbuh dia.

 

 

 

 

Sumber: www.inilah.com

Komentar