Waspada! Konsumsi Obat Pereda Nyeri Saat Hamil Bisa Sebabkan Bayi Cacat

Ilustrasi. (Dok:net)Ilustrasi. (Dok:net)

TitikNOL - Sebuah penelitian menemukan bahwa konsumsi obat pereda nyeri pada wanita hamil memungkinkan ia melahirkan bayi cacat. Karenanya, wanita hamil kerap diminta memperhatikan obat yang dikonsumsinya.

Penelitian tersebut dipublikasikan dalam jurnal Neurology dan menggunakan obat pereda nyeri yang populer di Amerika Serikat. Obat berlabel Lyrica itu mengandung senyawa pregabalin, dan menjadi obat umum bahkan kadang diresepkan oleh dokter.

Para peneliti menemukan bahwa wanita yang mengonsumsi pregabalin selama hamil mempunyai risiko bayi lahir cacat. Risiko menjadi tiga kali lebih tinggi ketika dikonsumsi pada trimester pertama.

Dalam label obat tersebut memang mencantumkan peringatan untuk wanita hamil ataupun yang sedang mengikuti program hamil. Namun menurut Thierry Buclin, peneliti senior yang juga terlibat dalam penelitian tersebut, banyak kehamilan terjadi tanpa direncanakan. 

Menurut penelitian ini, sebanyak 77 persen wanita yang sedang mengonsumsi obat tersebut tidak menyangka akan hamil.

"Kami memeriksa dan memeriksa kembali semua pengguna," kata Buclin seperti yang dilansir Time. "Kami sedikit terkejut dengan hasil positif dari angka lahir cacat tinggi. Ini patut diperhatikan."

Menurut Buclin, penelitian ini sangat awal dan memerlukan studi lebih lanjut. Konfirmasi hubungan antara obat dengan cacat lahir diperlukan karena bisa jadi wanita yang mengonsumsi pregabalin itu juga merokok dan minum obat lainnya. 

Buclin berpendapat, walaupun dengan risiko terjadinya hingga tiga kali lipat namun peluang kelahiran cacat masih minim. Bisa jadi penggunaan obat tidak terlalu berpengaruh bila diamati masing-masing individu.

"Para dokter harus meningkatkan kehati-hatian memberikan resep untuk wanita usia subur." katanya. 

Beragama penelitian berkaitan dengan wanita hamil telah banyak dilakukan karena kekhawatiran akan adanya gangguan pada perkembangan janin. Namun faktanya banyak wanita hamil membutuhkan obat. Para ahli berpendapat memiliki pengetahuan cukup tentang obat dapat menjadi hal yang wajib sebelum mengonsumsi jenis senyawa tertentu.

 

 

 

 

 

 

Sumber: www.cnnindonesia.com

TAG hamil
Komentar