Pembangunan Tol Serang-Panimbang Dimulai, Rano Karno: Ini Sejarah bagi Banten!

Gubernur Banten, Rano Karno. (Dok: Inilahbanten)Gubernur Banten, Rano Karno. (Dok: Inilahbanten)

SERANG, TitikNOL – Rona kegembiaraan terlihat dari wajah Gubernur Banten Rano Karno, saat memberikan sambutan dalam acara penetapan lokasi pembangunan jalan tol Serang-panimbang, di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Rabu (29/6/2016).

Sambil terus tersenyum, Rano menyampaikan kepada para tamu undangan yang hadir dalam acara tersebut, bahwa pembangunan jalan tol Serang-Panimbang merupakan momentum sejarah bagi seluruh warga Banten.

"Hari ini adalah momentum bersejarah bagi kita semua. Pembangunan jalan yang selama bertahun-tahun hanya menjadi impian, hari ini hendak kita wujudkan sebagai kenyataan," ujar Rano Karno disambut tepuk tangan para tamu undangan.

Baca juga: Asyik! Pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang Dimulai

Ditemui usai acara, Rano menyampaikan jika pembangunan Tol Serang-Panimbang diyakini bisa menghapuskan kesenjangan yang terjadi antar wilayah di Provinsi Banten. Dirinya juga menegaskan jika seluruh warga di Banten berhak atas kesejahteraan.

“Semua warga di Banten berhak atas kesejahteraan dan berhak atas pembangunan. Saya menyadari sepenuh hati," jelasnya.

Rano pun mengaku terharu saat mengingat perjuangannya meyakinkan presiden Joko Widodo, agar pembangunan jalan tol Serang-Panimbang tetap dilanjutkan. Namun demikian dirinya meyakini, tanpa didukung bantuan oleh semua pihak, pembangunan jalan tol Serang-Panimbang tidak akan terwujud.

Sudah saya sampaikan ke Pak Presiden, bahwa pembangunan tol Serang-Panimbang  adalah solusi terpenting untuk mengatasi disparitas wilayah utara dan selatan Banten. Alhamdulillah Pak Presiden telah mendengar dan menerima usulan yang telah disampaikan. Semua itu dilakukan tidak lain semata-mata untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat Banten," tukasnya.

Seperti diketahui, penetapan jalan tol itu disahkan dengan kebutuhan sekitar 785 hektare tanah dan melalui 50 desa/kelurahan, 14 kecamatan dan empat kabupaten/kota, dengan nilai investasi keseluruhan sekitar Rp10,8 triliun. (Meghat/red)

TAG tol
Komentar
Tag Terkait