TitikNOL - Tanpa kabar sakit sebelumnya, mendadak terdengar kabar bahwa Djaduk Ferianto meninggal dunia. Seniman serba bisa ini menghembuskan napas terakhirnya di Yogyakarta, Rabu, (13/11).
Butet Kertaredjasa, kakak kandung Djaduk Ferianto mengungkap bahwa seniman 55 tahun itu meninggal dunia karena serangan jantung. Dilansir dari laman Kompas.com, Djaduk terkena serangan jantung di rumahnya.
"Tadi kurang lebih jam 02.30 WIB, Djaduk mendapatkan serangan jantung," ujar Butet ketika ditemui di rumah duka.
1. Djaduk Meninggal di Pangkuan Istri
Mengetahui hal ini, keluarga langsung memanggil dokter dari Rumah Sakit JIH untuk datang ke rumah. Namun ketika sang dokter tiba, Djaduk sudah meninggal dunia.
"Djaduk meninggal dunia di pangkuan istrinya," ungkap Butet.
Kepergian Djaduk ini tentu mengejutkan, terutama bagi keluarga dan para sahabatnya. Karena selama ini Djaduk tidak pernah dikabarkan sakit dan masih aktif berkegiatan.
2. Sibuk Urus Ngayogjazz
Dikenal sebagai seniman serba bisa, Djaduk juga dikenal sebagai musisi yang bermain di berbagai genre. Ia suka memainkan musik jazz dan kerap tampil di panggung jazz dari tahun ke tahun.
KapanLagi.com terakhir menjumpai Djaduk di Jazz Gunung Ijen 2019. Dan menurut keterangan Butet, saat ini Djaduk sedang sibuk menyiapkan Ngayogjazz 2019 yang sedianya akan berlangsung pada 16 November mendatang.
Butet mengungkap bahwa keluarga pun belum mengetahui apa yang membuat Djaduk terkena serangan jantung. Namun diduga kesibukannya belakangan membuat Djaduk kelelahan hingga akhirnya meninggal dunia.
Berita ini telaht ayang di kapnalagi.com, dengan judul: Terkena Serangan Jantung, Djaduk Ferianto Meninggal di Pangkuan Sang Istri