Kasus PT Siemens, Disnaker Cilegon: Jangan Ada yang Coba-coba Main Mata

Suasana gelar perkara kasus PT Siemens Indonesia di Kantor Disnaker Kota Cilegon, Selasa (16/8/2016). (Foto: TitikNOL)Suasana gelar perkara kasus PT Siemens Indonesia di Kantor Disnaker Kota Cilegon, Selasa (16/8/2016). (Foto: TitikNOL)

CILEGON, TitikNOL - Dalam penanganan kasus PT Siemens Indonesia, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon melakukan gelar perkara. Hal ini dilakukan, terkait adanya upaya menghalang-halangi kerja penyidik dan pengawas Disnaker Kota Cilegon, oleh pihak perusahaan beberapa waktu yang lalu.

Dalam gelar perkara ini, Disnaker Kota Cilegon turut melibatkan penyidik Satreskrim Polres Cilegon, Polda Banten, Disnakerans Provinsi Banten dan Kementerian Tenaga Kerja.

Kepala Disnaker Kota Cilegon, Erwin Harahap mengatakan, dalam insiden tersebut, dirinya tidak segan-segan akan menindak tegas pihak lain yang berupaya  menghalang-halangi upaya hukum yang saat ini sedang dilakukan. 

“Jadi, kami telah mencium adanya dugaan pihak tertentu yang berupaya menggagalkan langkah hukum ini. Sekali lagi saya tegaskan, siapapun bekingnya kami tidak takut karena kami bekerja berdasarkan prosedur dan sesuai dengan aturan yang berlaku," jelas Erwin kepada awak media, Selasa (16/8/2016).

Baca juga: Tuntut Kesejahteraan, Karyawan PT Siemens Indonesia Mogok Kerja

Langkah yang akan diambil ini, sebagai bukti ketegasan supaya perusahaan-perusahaan yang ada di Kota Baja tidak seperti itu (menghalang-halangi kerja penyidik dan pengawas Disnaker Kota Cilegon).

Berdasarkan pantauan, Disnaker Cilegon dianjurkan untuk melengkapi berkas, yakni meminta pendapat saksi ahli dari akademi dan saksi ahli lainnya dari Kementerian Tenaga Kerja. 

“Kita akan melengkapi bukti dari saksi-saksi. Kalau untuk penetapan tersangka, sejauh ini tidak ada masalah,” jelasnya.

Sementara itu, Kabid Pengawasan Disnakertrans Banten, Al Hamidi membantah adanya oknum yang bermain dalam penanganan kasus PT Siemens Indonesia.

"Tidak ada oknum yang bermain. Kan apa yang disampaikan Pak Erwin itu baru indikasi aja," katanya singkat. (Ardi/rif)

Komentar