Sidang Lanjutan Kasus Suap Bank Banten

Ketua DPRD Banten Berperan Aktif Cekal Pembentukan Bank Banten

Ketua Tim Independen Pembentukan Bank Banten, Sudibyo saat memberi kesaksian. (Foto:TitikNOL)
Ketua Tim Independen Pembentukan Bank Banten, Sudibyo saat memberi kesaksian. (Foto:TitikNOL)

SERANG,TitikNOL - Ketua Tim Independen Pembentukan Bank Banten, Sudibyo mengakui selama proses pembentukan Bank Banten, Ketua DPRD Banten, Asep Rahmatullah berperan aktif menolakan pembentukan bank daerah yang dilakukan PT BGD.

Hal tersebut terungkap dalam sidang lanjutan kasus suap pembentukan Bank Banten di Pengadilan Tipikor Serang, Selasa (29/3/2016).

Dalam kesaksiannya, Sudibyo mengatakan dirinya sebagai konsultan ditugaskan oleh PT BGD untuk memberikan pemaparan dan persentasi perkembangan pembentukan Bank Banten, dihadapan pimpinan dan anggota Komisi III DPRD Banten.

Namun, dalam pertemuannya tersebut yang juga dihadiiri Ketua Harian Badan Anggaran DPRD Banten FL Tri Satria Santosa alias Sony, Sudibyo mengungkapkan pimpinan rapat membacakan surat dari Ketua DPRD Banten yang tidak setuju dengan pencairan dana modal awal pembentukan Bank Banten.

"Saya mendapatkan kesan tidak setuju (Pembentukan Bank Banten), terlihat dari surat dari ketua DPRD (Asep Rahmatullah) yang isinya menunda pencarian dana yang seharusnya diserahkan dari Pemprov ke PT BGD," ujar Sudibyo saat dicecar pertanyaan oleh Ketua Majelis Hakim Sainal.

Dikatakan Sudibyo, Sony yang hadir menanggapi surat yang dikrimkan Asep yang semestinya tidak dibacakan, Karena menurut Sony isinya normatif. "Kenapa pake surat surat gitu. Itu kan normatif," jelas Sudibyo menirukan perkataan Sony dalam rapat Komisi III.

Pada saat pertmuan dengan pihak PT BGD, Pemprov Banten dan DPRD di Pendopo Gubernur Banten, kesan penolakan dari Asep Rahmatullah muncul kembali, setelah PT BGD memilih Bank Pundi untuk dilakukan akuisisi bank.

"Itu kesan kembali muncul karena adanya tagggapan ketua dprd yang melakukan upaya second opinions saat bank pundi dipilih PT BGD dihadapan Gubernur Banten," ucapnya. (Ros/red)

Komentar