Sabtu, 5 April 2025

Lakukan Kesalahan Fatal, Kapolda Banten Pecat Delapan Anggotanya

Upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) di lapangan Mapolda Banten, Senin (10/2/2020). (Foto: TitiKNOL)
Upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) di lapangan Mapolda Banten, Senin (10/2/2020). (Foto: TitiKNOL)

SERANG, TitikNOL – Kepolisian Daerah (Polda) Banten menggelar upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) delapan anggotanya di lapangan Mapolda Banten, Senin (10/2/2020). Namun, upacara tersebut tanpa dihadiri oleh ke-8 oknum anggota yang di PTDH (In-absentia).

Delapan oknum anggota Polri yang diberhentikan dengan tidak hormat, yakni Brigadir KKF yang merupakan oknum anggota Polres Cilegon, Bripda BA dan Bharatu JH Satbrimobda Banten, Brigadir MYH dan Bripda MIA Polres Lebak, Brigadir SF Polres Pandeglang, Brigadir SP Polres Serang Kota, dan Briptu RMP Polres Serang.

Pemberhentian kedelapan anggota tersebut berdasarkan Keputusan Kapolda Banten Nomor : KEP/ 536 / II / 2020 tanggal 7 Februari 2020 tentang Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) dari Dinas Polri.

Dimana anggota yang diberhentikan tersebut melanggar Pasal 14 ayat 1 huruf (a) yakni meninggalkan tugasnya secara tidak sah dalam waktu lebih dari 30 hari kerja secara berturut-turut.

PPRI Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri dan atau Peraturan Kepala Kepolisian Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Kepolisian Negara Republik Indonesia, pasal 21 ayat 3 huruf (e) : Sanksi administratif berupa rekomendasi PTDH dikarenakan pelanggar KKEP meninggalkan tugasnya secara tidak sah dalam waktu lebih dari 30 (tiga puluh) hari kerja secara berturut-turut.

Upacara PTDH tersebut dipimpin oleh Kapolda Banten Irjen Pol Agung Sabar Santoso. Dalam amanatnya Kapolda menyampaikan bahwa proses PTDH tersebut sudah melalui proses yang panjang yaitu dengan pelaksanaan Sidang Disiplin dengan Komisi Kode Etik Polri.

"Amanatnya bahwa peristiwa ini benar-benar sangat memperihatinkan institusi Polri, dan hal ini tidak perlu terjadi seandainya yang bersangkutan menyadari dan memahami hakekat insan bhayangkara," kata Kapolda.

Dengan diselenggarakannya upacara PTDH tersebut, Kapolda mengingatkan seluruh personel Polda Banten agar selalu mawas diri serta berharap agar anggotanya tidak meniru perbuatan anggota yang dipecat yang dapat merugikan diri sendiri dan keluarga.

”Peristiwa ini merupakan koreksi untuk seluruh personel Polda Banten agar lebih mawas diri dan berhati-hati agar tidak terjerumus dalam tindakan tindakan yang bisa merugikan Institusi Polri dan keluarga," tegas Kapolda. (Gat/TN1)

Komentar