Pembacokan di Bojonegara

Motif Pembacokan di Bojonegara Terungkap, Ini Pemicunya

Kapolres Cilegon, AKBP Yudhis Wibisana saat memberikan keterangan kepada awak media. (Foto: TitikNOL)
Kapolres Cilegon, AKBP Yudhis Wibisana saat memberikan keterangan kepada awak media. (Foto: TitikNOL)

BOJONEGARA , TitikNOL – Motif pembacokan di Desa Pengarengan, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang mulai terungkap. Rebutan material sirdam atau limbah tambang di PT Sumber Gunung Maju (SGM), menjadi salah satu pemicu terjadinya pembacokan tersebut.

Diketahui, lima pelaku pembacokan saat ini sudah diamankan dan di Mapolres Cilegon. Kelimanya yakni Nasrudin (50), Safiudin (60), Subedi (53), Muhammad Ikhasan (48) dan Hasuni (47).
Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana mengatakan, ada beberapa pemicu kasus pembacokan yang menyebabkan dua orang luka-luka dan satu orang meninggal dunia.

"Ada beberapa pemicu, pertama masih adanya riak-riak Pilkades kemarin, karena pelaku Nasrudin ini merupakan calon yang kalah saat bersaing dengan Kades yang terpilih Pak Saifullah, yang merupakan kakak dari korban Khairul Anwar yang meninggal dunia," ungkap Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana, Selasa (18/2/2020).

Baca juga: 5 Pelaku Pembacokan Diamankan, Polisi Sita Golok dan Samurai

Pertikaian pun semakin pemuncak, setelah Kades Pengarengan Saifullah, ingin ngambil Delivery Order (DO) limbah di PT SGM yang selama ini sudah bekerjasama dengan pelaku Nasrudin yang merupakan kepala desa sebelumnya.

"Pelaku Nasrudin ini sudah 6 tahun bekerjasama dengan PT SGM untuk mengambil limbah di PT SGM yang mempunyai nilai atau bisa dijual, sehingga merasa tersinggung dikarenakan kepala desa Pak Saifullah juga ingin ikut mengambil DO di PT SGM untuk kepentingan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes)," jelas Kapolres.

Berdasarkan keterangan beberapa saksi sambung Kapolres, pelaku Nasrudin selama ini mengatasnamakan masyarakat saat mengambil DO limbah di PT SGM.

"Jadi selama ini pelaku Nasrudin mengatasnamakan masyarakat untuk mengambil DO di PT SGM, cuma jatuhnya menurut beberapa saksi untuk pribadi sehingga akan diambil kades yang sekarang untuk Bumdes, betul-betul untuk masyarakat,” ujarnya. (Ardi/TN1).

Komentar