Polisi Sebut Anak Pertama Pelaku Syok Saksikan Ibunya Tak Bernyawa di Ruang Tidur

Polisi saat ekspose pembunuhan mayat perempuan dalam karung (Foto: TitikNOL)
Polisi saat ekspose pembunuhan mayat perempuan dalam karung (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Kasus pembunuhan mayat perempuan dalam karung yang dibuang di tumpukan sampah, menyisakan rasa tragis.

Sejak menikah lima tahun lebih, korban dan pelaku yang memiliki hubungan dara ini, dikaruniai dua anak.

Anak pertema berjenis kelamin perempuan berusia lima tahun dan anak keduanya baru berumur 40 hari.

Tragisnya, anak pertama mereka menyaksikan ibunya sudah tidak bernyawa yang tergeletak di ruang tidur.

Sehingga, anak pertamanya mengalami syok secara psikologis.

"Di sini ada syok secara psikologis terhadap anak perempuan pertama yang dimiliki pasangan ini. Karena sang anak perempuan juga menyaksikan ibunya dalam kondisi sudah tidak bernyawa berada di ruang tidur," kata Kabid Humas Polda Banten, Kombes Shinto Silitonga, Selasa (2/8/2022).

Baca juga: Kronologi Lengkap Pembunuhan Mayat Perempuan dalam Karung oleh Paman Sekaligus Suami Korban

Tidak hanya itu, pelaku juga mengajak anak pertamanya untuk membuang ibunya yang berada di dalam karung.

Karung itu disimpan di belakang jok motor dan anaknya dibonceng dibagian depan untuk membuang mayat.

"Pelaku dan anak perempuan pertama membawa karung berisi mayat itu untuk dibuang di TKP," ujarnya.

"Sang anak 5 tahun konteksnya tidak membantu membunuh, tapi diajak. Tinggal berempat dengan anak dan korban, sehingga pelaku keluar akan tinggal sendiri. Jadi anak mengetahui isi dalam karung jenazah ibunya sendiri," sambungnya.

Untuk memulihkan rasa syok anak, polisi akan menggandeng P2TP2A dan lembaga lainnya. Sehingga anak lima tahun itu dapat pulih.

"Bagaimana merecavery anaknya yang mengetahui meninggal di kamar dan mengetahui dibungkus dan dibuang di jalan. Maka kami akan berkoordinasi dengan pihak P2TP2A," tutupnya. (TN3)

Komentar