TitikNOL - Barcelona tidak bermain seperti biasanya. Sejak awal musim ini, tim asuhan Ernesto Valverde itu tampak kesulitan menemukan ritme permainan terbaiknya. Barca justru beberapa kali menelan kekalahan.
Barca yang biasa dilihat adalah Barca yang agresif, yang memainkan sepak bola menarik dan atraktif. Namun, kualitas-kualitas itu tidak benar-benar muncul pada beberapa laga awal musim ini.
Marca mencatat, awal musim 2019/20 ini merupakan yang terburuk bagi Barca dalam 25 tahun terakhir. Musim memang masih muda, tapi Barcelona mulai kesulitan.
Cedera dan Cedera
Barcelona memainkan sejumlah laga awal musim ini tanpa Lionel Messi, Luis Suarez, atau Ousmane Dembele. Yang paling fatal adalah absennya Messi, Barca tampak kelimpungan.
Selain tiga nama di atas, pemain-pemain seperti Neto, Samuel Umtiti, Junior Firpo, dan Jordi Alba juga cedera.
Suarez dan Griezmann
Absennya Messi berarti harus ada pemain lain yang memikul tanggung jawab dan mencetak gol. Pada beberapa kasus, hal ini tidak terjadi.
Griezmann masih di bawah ekspektasi, khsususnya saat tandang. Lalu, Suarez belum menemukan konsistensi permainan.
Konflik Neymar
Bursa transfer musim panas lalu tidak berjalan cukup mulus untuk Barcelona. Ada rumor terus-menerus tentang kepulangan Neymar ke Camp Nou.
Sayangnya, transfer ini gagal dan hanya meninggalkan masalah. Pemain-pemain Barca jadi tahu bagaimana posisi mereka di depan klub.
Barisan Bek Rentan
Sebagai klub yang memiliki salah satu kiper terbaik di dunia, Marc-Andre ter Stegen, Barcelona jelas kesulitan mengamankan gawang mereka.
Mereka belum menorehkan clean sheet di La Liga sejauh ini. Pertahanan mereka masih di bawah standar. Duet Gerard Pique dan Clement Lenglet tidak cukup agresif.
Laju Tandang
Barcelona boleh jadi tampil impresif di Camp Nou musim ini, mengalahakan Real Betis dan Valencia dengan skor besar. Namun, kisah situasinya jauh berbeda saat tandang.
Valverde kesulitan menjaga performa Barca di kandang lawan. Mereka hanya bisa bermain imbang satu kali dan dua kali kalah.
Saat tandang, Barcelona kehilangan intensitas, konsentrasi, kepercayaan diri, dan hasrat yang mereka tunjukkan di kandang.
Ernesto Valverde
Kualitas Ernesto Valverde terus diragukan. Setelah kegagalan di Liga Champions dua musim beruntun, Valverde ternyata masih dipertahankan.
Sayangnya, Valverde terus dikritik. Dia punya salah satu skuad terbaik di dunia, tapi hasil-hasil pertandingan justru berkata lain.
Valverde juga terus mengutak-atik skuad Barca sejak awal. Mereka menurunkan lima starting line-up berbeda dalam enam laga terakhir.
Kekacauan di Lini Tengah
Valverde punya tujuh gelandang untuk tiga tempat di lini tengah dan sampai sekarang dia belum membuat keeputusan terbaik.
Kombinasi tiga gelandang Barca terus berganti, padahal sudah ada satu yang menjanjika: Frenkie de Jong, Arthur Melo, dan Sergio Busquets.
Berita ini telah tayang di bola.net, dengan judul: 7 Faktor Penyebab Krisis Barcelona di Awal Musim 2019/20 Ini