120 Ribu Rumah di Lebak Belum Teraliri Listrik

IlustrasiIlustrasi

LEBAK, TitikNOL - Belum semua warga di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten menikmati penerangan listrik. Hampir 120 ribu atau sekitar 33 persen dari total 360 ribu kepala keluarga (KK) di Lebak tidak teraliri listrik.

Data itu diungkapkan Kepala Bidang Energi Dinas Pertambangan dan Energi Lebak Omas Irawan di Lebak, Senin, 1 Februari 2016. "Warga yang belum tersentuh jaringan listrik terpaksa menggunakan lampu cempor maupun petromak sebagai sarana penerangan," katanya.
 
Pemerintah daerah terus mengusulkan kepada Provinsi Banten agar masyarakat yang belum tersentuh jaringan listrik mendapat program Listrik Masuk Desa (LMD). Tahun 2015, jumlah masyarakat yang menerima bantuan program LMD sebanyak 6.000 KK.

Karena itu, pihaknya mengusulkan tahun 2016 tetap bisa direalisasikan sebanyak 6.000 KK. "Harapannya bisa dipenuhi tahun 2016," katanya.

Masyarakat yang belum tersentuh penerangan listrik akibat berbagai faktor, antara lain keterbatasan anggaran daerah. Letak geografi perkampungan berupa perbukitan dan pegunungan juga menjadi hambatan dalam pembangunan jaringan listrik. Faktor lainya, kata dia, setiap tahun ada perkampungan baru.

Ia mengatakan, saat ini warga yang belum menikmati penerangan listrik bisa dituntaskan melalui bantuan program listrik masuk desa (Lisdes). Program Lisdes itu di antaranya perkampungan yang belum tersentuh penerangan listrik akibat terbatasnya distribusi daya listrik.

"Kami minta warga yang belum menikmati jaringan penerangan listrik bersikap sabar," katanya.

Sementara itu, Yani, warga Kecamatan Bojongmanik, Lebak, mengatakan kampungnya yang dihuni 30 KK hingga kini belum menerima pasokan listrik. Padahal, ujar dia, beberapa kali warga mengusulkan kepada pemerintah maupun PLN setempat agar segera dipasang jaringan listrik.

"Kami berharap tahun ini perkampungan kami dapat dialokasikan untuk mendapatkan program Lisdes," katanya. (mtnc/red)

Komentar