Banten Dipercaya Jadi Tuan Rumah Raker Staff Ahli Tingkat Nasional

Kepala Biro Umum Setda Pemprov Banten Sitti Maani Nina saat memberikan sambutan. (Foto: Ist)Kepala Biro Umum Setda Pemprov Banten Sitti Maani Nina saat memberikan sambutan. (Foto: Ist)

SERANG, TitikNOL - Sekertaris daerah Banten Ranta Soeharta membuka secara langsung rapat kerja staf ahli kepala daerah tingkat nasional tahun 2016, di Hotel Ledian, Kota Serang, Senin (21/11/2016) malam.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda memaparkan sejumlah program yang tengah dilaksanakan di Provinsi Banten. Salah satunya, terdapat 12 projek nasional yang dicanangkan di Banten.

"Alhamdulillah, ada 12 projek nasional yang dicanangkan di Banten. Dari 12 projek nasional itu ada satu program yang sudah disetujui Presiden, yakni soal jalan tol Serang-Panimbang. Mudah-mudahan 12 projek nasional ini bisa dilaksanakan dan sukses di Banten," ungkap Sekda dalam sambutannya.

Sekda juga berpesan kepada para staf ahli Gubernur, Bupati dan Wali Kota yang hadir, agar kedepan staf ahli Gubernur lebih dimaksimalkan. Karena itu lanjut Sekda, staf ahli saat ini harus benar-benar orang-orang ahli, sehingga mampu memberikan masukan-masukan kepada kepala daerah.

"Jadi dalam dua hari ini diharapkan bisa dimaksimalkan oleh para staf ahli untuk membahas poin-poin bahan rekomendasi untuk disampaikan ke Gubernur, Bupati, Wali Kota dan juga kepada pemerintah pusat," ujarnya.

Ranta pun berharap, jika dari hasil Rakernas ini para staf ahli dapat menghasilkan satu konsep untuk penguatan peran staf ahli di daerahnya masing masing.

"Tujuannya sama, karena berbeda dengan SKPD tugasnya kan menganalisis, membuat rumusan, karena ada tupoksinya masing masing,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Biro Umum Setda Pemprov Banten Sitti Maani Nina mengungkapkan, Pemprov Banten patut berbangga bisa menghadirkan staf ahli se-Indonesia untuk berkumpul demi Indonesia tercinta.

"Tentu banyak isu strategis yang perlu peranan staf ahli dalam pembahasannya. Sehingga posisi staf ahli dalam pemerintahan juga dianggap penting. Apalagi ini juga tertuang dalam ketentuan. Karena kepala daerah perlu mendapatkan masukan dari staf ahli. Dimana dalam PP no 19 tahun 2010 tentang kewenangan gubernur disebutkan, bahwa pemberdayan staf ahli oleh gubernur dalam rangka mewujudkan efektivitas dan sinergitas dalam pengelengaaraan kepala daerah," papar Nina.

Nina pun berharap, hasil Rakornas ini dapat menguatkan rekomendasi atas mauskan dan saran kepada Mendagri dan Gubernur serta Bupati dan Wali kota.

"Acara ini diselenggarakan di Kota Serang, Provinsi Banten dari tanggal 21-23 November 2016, dengan jumlah peserta sebanyak 220 orang staf ahli Gubernur se-Indonesia dan staf ahli Bupati dan Wali Kota se-Banten," tukasnya. (Meghat/Adv)

Komentar