Kamis, 3 April 2025

Banten Disiapkan Jadi Lumbung Jagung Nasional

Ilustrasi. (Dok: cicakgenit)
Ilustrasi. (Dok: cicakgenit)

SERANG, TitikNOL - Menteri Pertanian Amran Sulaiman meminta Provinsi Banten menyiapkan 200 ribu hektare untuk dijadikan lahan pertanian tanaman jagung. Menindaklanjuti hal tersebut Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Banten membentuk tim untuk memetakan lahan-lahan yang akan digunakan.

"Pak Menteri kemarin kan datang ke Pandeglang, beliau menanyakan berapa lahan darat di Pandeglang dan Lebak. Ya saya katakan masing-masing luasnya sekitar 100 hektare," ujar Kepala Distanak Banten, Agus Tauchid, ditemui di kantornya, Senin (3/4/2017).

Mendengar hal tersebut, Mentan meminta agar lahan tersebut dimanfaatkan sebagai lahan pertanian tanaman jagung.

"Pak Menteri ingin Banten jadi Lumbung Jagung Nasional, kita siapkan
207 ribu hektare. Pendekatannya membangunkan lahan tidur, petani yang tidur, plus mengurangi jam tidur.
Ini tantangan gila. Kita sedang maping," kata Agus.

Saat ini, lahan pertanian jagung eksisting di Banten sebanyak 20-25 hektare dengan rincian Kabupaten Pandeglang 9 ribu hektare, Kabupaten Serang 6 ribu hektare, Kab. Lebak 4 Hektare, dan sisanya tersebar di kabupaten/kota lainnya.

Menindaklanjuti arahan menteri tersebut, rencananya pada Rabu (5/4) besok pihaknya akan mengundang sejumlah kepala daerah untuk membahas hal tersebut.

"Rabu akan kami undang bupati/wali kota. Bupati Pandeglang paling kencang mendorong itu agar terealisasi. Pandeglang tidak pantas miskin, tidak pantas tertinggal. Kita dekat dengan ibu kota," tegasnya.

Pihaknya juga akan melibatkan TNI dalam mewujudkan Banten lumbung jagung nasional. Dengan demikian, Indonesia tak lagi bergantung dari impor jagung dari Amerika dan Argentina.

"Kebutuhan jagung per hari itu 2.800 ton, selama ini suplainya dari luar, Argentina, Brasil. Ngapain menyejahterakan petani Argentina, etani Brasil. Ngapain impor, nanti cukup dari Banten. Hitung-hitungannya, 200 ribu hektare itu panen 6 ton/perhektarenya, dikalikan saja Rp 3500 sudah berapa itu," ungkapnya. (Kuk/red)

Komentar