Bantuan Hand Tracktor Belum Terealisasi, Petani di Lebak Dipungli

Ilustrasi. (Dok:net)
Ilustrasi. (Dok:net)

LEBAK, TitikNOL - Sejumlah kelompok tani (Poktan) di Kabupaten Lebak yang direncanakan akan mendapat bantuan Hand Tracktor Aspirasi 2016 mengakui, adanya permintaan sejumlah uang yang besarannya mencapai satu juta hingga dua juta rupiah untuk mendapatkan bantuan Hand Tracktor oleh HDM alias DMG dan DN.

"Untuk mendapat dua traktor, awalnya diminta lima juta rupiah. Tapi, karena petani nanti harus setor dari Hand Tracktor itu, maka petani minta dikembalikan lagi. Akhirnya uang yang saya berikan cuma tiga juta rupiah, rinciannya satu juta rupiah kepada DMG dan dua juta rupiah ke DN. Uangnya yang menyerahkannya saya di mobil DN," ujar Ali, salah seorang petani di Kecamatan Cimarga, Senin (16/5/2016).

Menurut Ali, permohonan bantuan dua unit Hand Tracktor tersebut akan diperuntukan bagi dua kelompok petani (Poktan) di Desa Leuwidamar, Kecamatan Leuwidamar.

"Hand Tracktornya untuk di Desa Leuwidamar, tapi memang masih belum terealisasi. Usulan sih sudah, katanya sudah di pusat," terangnya.

Ali pun mengakui, pada 2015 lalu, bantuan Hand Tracktor untuk salah satu kelompok di Desa Sangkanmanik, Kecamatan Cimarga juga diminta empat juta rupiah.

"Yang kemarin tahun 2015 ke LTF dan HLK, muaranya sih ke DN,"papar Ali. (Gun/red) 

TAG pungli
Komentar