BNP2TKI Lepas Ratusan Pekerja Migran Ke Beberapa Negara

Ketua BNP2TKI Nusron Wahid bersama Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumi saat pelepasan para Pekerja Migran Indonesia (PMI) di stadion maulana yusuf, Ciceri, Kota Serang. (Foto: TitikNOL)
Ketua BNP2TKI Nusron Wahid bersama Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumi saat pelepasan para Pekerja Migran Indonesia (PMI) di stadion maulana yusuf, Ciceri, Kota Serang. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Memperingati Hari Buruh Internasional, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), melepas 715 Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke beberapa negara di Asia dan Eropa. Seremonial pelepasan sendiri dilakukan di stadion maulana yusuf, Ciceri, Kota Serang, Kamis (14/12/2017).

Ratusan pekerja migran ini dilepas, setelah sebelumnya lulus dalam ujian upgrading skill yang dilakukan oleh BNP2KI. Pelepasan dilakukan oleh Ketua BNP2TKI Nusron Wahid. Nantinya, para pekerja migran ini akan ditempatkan di beberapa negara seperti Korea, Jepang hingga Belanda.

“Para migran ini sebelum dilepas sebelumnya sudah mengikuti pelatihan upgrading skill selama enam bulan untuk dilatih sesuai bidang yang akan dikerjakan,” kata Nusron.

Upgrading skill sendiri kata Nusron, merupakan uji kompetensi para calon pekerja migran untuk meningkatkan kualitas kemampuan dan kompetensi para calon pekerja migran.

“Program ini untuk meningkatkan kemampuan berbahasa asing salah satunya. Pasalnya, selama ini para migran Indonesia terkenal baik di tingkat dunia, hanya memiliki masalah dalam berbahasa,” ungkapnya.

Tentunya lanjut Nusron, dengan program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas para tenaga kerja Indonesia yang akan bekerja diluar negeri.

Sementara itu, salah satu calon pekerja migran asal Medan, Doni Sitorus, mengaku jika dirinya akan bekerja di Jepang sebagai perawat di rumah sakit. Dia mengaku, sebelumnya sudah mendapatkan pelatihan termasuk pelatihan bahasa.

“Nantinya setelah mengikuti pelatihan bahasa dan etika selama enam bulan baru akan dipekerjakan sebagai perawat,” tukasnya. (Gat/red)

Komentar