BPS Prediksi Angka Kemiskinan di Banten Bertambah Akibat Bencana

Badan Pusat Statistik (BPS) Banten, saat merilis angka kemiskinan di Banten. (Foto: TitikNOL)
Badan Pusat Statistik (BPS) Banten, saat merilis angka kemiskinan di Banten. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Bencana banjir bandang yang menimpa beberapa wilayah di Provinsi Banten, diperkirakan akan berdampak terhadap bertambahnya angka kemiskinan. Hal itu disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) Banten kepada Awak media, saat merilis angka kemiskinan di Banten.

Kepala BPS Banten, Adhi Wiriana meyakini, bencana alam di Banten berpengaruh terhadap angka kemiskinan yang akan dirilis Maret depan. Hal itu kata dia, melihat dari dampak bencana yang lumayan cukup besar.

"Nanti akan dihitung bukan Maret depan. Saya yakin kemiskinan akan meningkat akibat bencana di Banten. Kita nanti akan potret kembali daerah-daerah yang terkena bencana," kata Adhi, saat menjawab pertanyaan para awak media di kantor BPS Banten, Rabu (15/1/2020).

Di tempat yang sama, Kepala bidang statistik sosial Tuty Amalia mengakui, pihaknya sedang mencoba mensurvei di lapangan. Bahkan ia tidak bisa bicara banyak soal perkiraan kenaikan angka kemiskinan tersebut.

"Kita saat ini mencoba mengecek yang terkena sampel, mereka sedang mengidentifikasi di lapangan. Tidak bisa bicara banyak karena datanya belum ada," ungkapnya.

Terpisah, Gubernur Banten Wahidin Halim juga mengakui bakal adanya kenaikan angka kemiskinan di Banten akibat dari bencana alam yang menimpa tidak lama ini. Namun kata dia, kenaikan tersebut tidak signifikan.

"Naik tapi presentase kecil, mereka mendapatkan santunan dan juga asetnya dibangun lagi oleh pemerintah," katanya.

Sementara itu, berdasarkan Survei BPS, angka kemiskinan Provinsi Banten berdasarkan Survai Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) bulan September 2019 mengalami penurunan sebesar 0,15 poin dibandingkan periode sebelumnya pada Maret 2019, yang sebelumnya 5,09 persen menjadi 4,94 persen.

Hal tersebut sejalan dengan berkurangnya jumlah penduduk miskin sebanyak 13,04 ribu orang dari 654,46 ribu orang pada Maret 2019 menjadi 641,42 ribu orang pada September 2019. (Lib/TN1)

Komentar