Cegah Penyebaran Virus Corona, Dinkes Kabupaten Serang Pantau 2 Warga

Kepada Dinkes Kabupaten Serang Agus Sukmayadi saat di wawancari sejumlah awak media. (Foto: TitikNOL)
Kepada Dinkes Kabupaten Serang Agus Sukmayadi saat di wawancari sejumlah awak media. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang melakukan pemantauan terhadap dua warga yang sedang terkapar dirawat di Rumah Sakit (RS) setelah pulang dari luar negeri.

Pemantauan itu dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona atau Covid 19. Walaupun, kondisi saat ini kedua warga tersebut belum dipastikan terpapar virus yang berasal dari Wuhan, China.

Kepada Dinkes Kabupaten Serang Agus Sukmayadi mengatakan, pemantauan ini sebagai upaya perlindungan terhadap masyarakat agar tidak terjangkit virus Corona.

Menurutnya, kedua pasien itu menjadi sakit serta diawasi tim Dinkes karena memiliki riwayat perjalanan pulang dari luar negeri yang sudah dinyatakan positif terpapar virus Corona.

"Yang jadi pemantauan kami ada 2. Yang satu di RSDP dan satu lagi saya dapat informasi masuk RS lain. Ya diutamakan bagi warga yang satu, dua bulan ini memiliki riwayat bepergian dari negara yang positif (Corona), atau berkontak dengan warga asing," katanya saat ditemui Puspemkab Serang, Rabu, (04/03/2020).

Tidak hanya terhadap pasien, pihak Dinkes juga melakukan pemantauan terhadap keluarga dan lingkungan masyarakat tempat tinggal pasien yang dalam pengawasan. Sejauh ini, Agus mengaku telah melakukan pemantauan terhadap satu keluarga pasien.

"Yang dipantau adalah pasien dan keluarga serta masyarakat sekitar. Kami tadi sudah berkunjung ke keluarga pasien untuk melakukan pemantauan," terangnya.

Dikatakan Agus, yang wajib memakai masker hanya orang yang sakit. Bagi yang sehat sebetulnya tidak dianjurkan menggunakan masker apabila tidak kontak dengan orang sakit dan tempat yang mengandung virus.

Selain itu, ia mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan jangan panik terhadap kabar Corona yang belum pasti. Sebab, pasien yang dipastikan terjangkit virus tersebut hanya dapat diuji ab laboratorium oleh Litbangkes Jakarta.

"Waspada harus, dengan mencuci tangan pakai sabun, jaga kekebalan tubuh dan menjaga lingkungan," jelasnya. (Son/TN1)

Komentar