Dalami Pengelolaan KEK, Bangka Belitung Kunjungi Pemprov Banten

Studi Banding Provinsi Bangka Belitung ke Banten. (Foto: TitikNOL)Studi Banding Provinsi Bangka Belitung ke Banten. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Beralasan lebih dulu berjalan, Badan Pemeriksa keuangan (BPK) Perwakilan Kepulauan Bangka Belitung, lakukan studi banding ke Peovinsi Banten. Studi banding ini terkait Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Pengendali teknis BPK perwakilan kepulauan Bangka Belitung, Lutfhi Hanni mengatakan, pihaknya baru melakukan studi banding ke Provinsi Banten, karena melihat Banten memiliki pengalaman lebih awal dibandingkan Bangka Belitung.

"Belajar terkait kawasan ekonomi khusus (KEK) karena di Bangka Belitung kan sedang ada KEK Tanjung Klayar. Nah itu kan baru ditetapkan oleh Pak Presiden tahun 2019 beroperasi bulan Maret sedangkan Banten Februari 2015," katanya kepada TitikNOL, saat ditemui di dinas Pariwisata Provinsi Banten.

Dirinya juga mengatakan, di Banten KEK berbeda dengan Provinsi Bangka Belitung. Pasalnya kata dia, Banten sudah ada administrator khusus yang tidak di bawah dinas Pariwisata dan dinas Pemberdayaan Desa. Sedangkan di Belitung, masih dikelola dinas DPMPTSP dan masih merangkap pejabatnya.

"Besok baru ke sana melihat progres pembangunannya seperti apa, kemudian kendalanya seperti apa kemudian dampak pengaruh pengembangan KEK terhadap masyarakat karena KEK di kembangkan oleh masyarakat," ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata Eneng Nurcahyati, mengaku mengapresiasi kunjungan dari Provinsi Bangka Belitung.

"Mereka ingin belajar bagaimana pengelolaan administrasi, regulasi dan lain sebagainya, yang ada di kawasan ekonomi khusus di Tanjung Lesung ini," katanya.

Kendati demikian, Eneng juga mengakui jika Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Banten mempunyai perkembangan yang bagus dari tahun ke tahun.

"Tanjung Lesung berprogres, baik fisik maupun perencanaan-perencanaan investasi," tukasnya. (Lib/TN1)

Komentar