Dinsos Lebak Tanggapi Soal Polemik Program BPNT di Sejumlah Kecamatan

Ilustrasi. (Dok: Desa Ularan)
Ilustrasi. (Dok: Desa Ularan)
LEBAK, TitikNOL – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Lebak angkat bicara soal ramainya pemberitaan pada Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang tersebar di sejumlah kecamatan.

Kasi Perlindungan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinsos Lebak Endin Toharudin mengatakan, terkait adanya dugaan kongkalingkong antara supplier dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) perlu ditelusuri lebih jauh.

Endin pun mempersilahkan kepada pihak media dan pihak lainnya, agar menelusuri lebih dalam soal dugaan tersebut. Di sisi lain, Endin juga menduga, jika selama ini pihak TKSK lebih nurut kepada supplier ketimbang pihak Dinsos.


"Kalau TKSK ketemu supplier mugkin saja kang, karena terkait PO dan lain - lain. Sebagai pendamping mereka harus fasilitasi agen ke supplier, tapi untuk hal - hal lain antara TKSK dan supplier manapun silahkan ditelusur. Kita enggak tahu karena tanpa sepengetahuan dinsos. Kayaknya TKSK lebih manut ke suplier daripada ke Dinsos," ujar Endin kepada TitikNOL melalu aplikasi pesan WathsAppnya, Minggu (1/3/2020).

Sementara terkait aturan yang harus dijalankan oleh TKSK dalam menjalankan program tersebut, Endin mengaku sudah mengeluarkan surat edaran kepada para agen juga terkait teknis yang harus dilakukan oleh agen.

"Pihak Dinsos sudah mengeluarkan edaran kepada agen dan apa saja yang harus dilaksanakan agen," tukasnya.

Seperti diketahui, Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang sudah berubah menjadi program bantuan sembako terus disorot. Informasi yang diperoleh dari sumber, TKSK selaku pendamping program tidak sesuai tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) selaku pendamping program.

TKSK juga disebut-sebut cenderung berperan sebagai kepanjangan tangan pihak supplier dan mengarahkan para agen/e-warong untuk membuat PO kepada salah satu supplier/distributor sembako.

"Itu kuncinya di Kortek dan TKSK, yang ngarahin e-warong siapa gitu. Mereka (Kortek dan TKSK) sering ke gudang PT. AAM, harusnya kan e-warong (agen) sendiri - sendiri atuh," ujar sumber di lingkungan gudang sembako PT. AAM, di bilangan Bongleles Kecamatan Cibadak, yang meminta namanya dirahasiakan. (Gun/TN2)

Komentar