Senin, 22 Juli 2024

Disnaker Lebak Dukung Pencaker Lapor Polisi Soal Dugaan Pungli PT. PWI

Ilustrasi. (Dok: Victorynews)
Ilustrasi. (Dok: Victorynews)

LEBAK, TitikNOL - Nurjanah ketua RT 02 / RW 01 Kampung Babakan Sinyar, Desa Citeras, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, mengaku telah menjadi korban praktik calo pencari kerja (pencaker) di pabrik sepatu PT. Parkland Word Indonesia (PWI) Rangkasbitung.

Menurut Nurjanah, dirinya merasa dibohongi dan ditipu oleh oknum berinisial MI yang mengaku sebagai anggota salah satu Ormas di Kabupaten Lebak.

Kata dia, awalnya MI mengaku bisa memasukan bekerja bagi 12 orang warga Kampung Babakan Sinyar RT 02 / RW 01 Desa Citeras, Kecamatan Rangkasbitung di PT. PWI.

Baca juga: Jadi Korban Pungli, Pencaker di PT. PWI Lapor ke Mapolsek Rangkasbitung

Namun lanjut Nurjanah, MI meminta uang sebesar Rp200 ribu hingga Rp300 per orang dari 12 orang warganya bila ingin diterima bekerja di PT. PWI tersebut.

Akan tetapi kata Nurjanah, setelah uang yang diminta dari 12 orang warganya itu sudah diberikan, MI tidak pernah memberikan jawaban kepastian dan malah terkesan menghindar bila dihubungi ke nomor telepon selulernya.

"Uang dari 12 orang warga itu jumlahnya Rp2,5 juta, saya yang serahkan ke MI. Saksinya banyak, tapi sudah tiga bulan enggak ada kejelasan. Untuk Interview atau panggilan untuk bekerja saja tidak ada. Karena banyak yang minta uang kembali, terpaksa separuhnya saya sudah kembalikan dari uang saya pribadi. Tapi dia (MI) kalau di telepon banyak alasan," ujar Nurjanah, kemarin.

Oleh karena itu, Nurjanah selaku salah satu ketua RT di Desa Citeras, berencana melaporkan MI terduga pelaku praktek calo dan dugaan penipuan itu ke Mapolsek Rangkasbitung Polres Lebak.

Menanggapi masih maraknya dugaan praktik percaloan dan dugaan pungli terhadap para pencaker di PT. PWI Rangkasbitung, Maman Suparman Kadisnakertransos Kabupaten Lebak, mendukung keberanian para pencaker yang melaporkan para terduga pelaku ke pihak yang berwajib.

"Gitu dong harus berani, laporkan saja setuju banget. Sudah tiga kali kunjungan terkait adanya info itu, kita akan coba surati lagi," ujar Kadisnakersos, Jumat (4/10/2019). (Gun/TN1)

Komentar