Duh, Ratusan Proyek Senilai Rp795 Miliar Terancam Mangkrak

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Banten.Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Banten.

SERANG, TitikNOL - Ratusan paket proyek di sejumlah SKPD Pemprov Banten senilai Rp795 miliar terancam mangkrak. Hingga akhir Juli 2016, Rencana Umum Pengadaan (RUP) ratusan proyek tersebut belum diusulkan ke Unit Layanan Pengadaan (ULP).

Dari total 777 paket pekerjaan senilai Rp1,544 triliun di tahun 2016 ini, baru 366 paket atau Rp534 miliar yang selesai diproses di ULP.

Sementara 95 paket senilai Rp 221 miliar masih dalam proses. Sisanya  yang belum masuk ULP sebanyak 316 paket senilai Rp 795,998 miliar.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Banten, Hudaya Latuconsina, mengakui sebanyak ratusan paket proyek belum diajukan ke ULP.

"Itu yang sedang kami pantau, kemarin kita baru menemukan di angka Rp 429 miliardari 700 kegiatan. Nanti kita identifikasi," kata Hudaya, Minggu (14/8/2016).

Menurutnya, hal tersebut karena lambatnya kinerja SKPD. "Ini merupakan kesalahan SKPD, secara tegas saya ingin bilang begitu. Ini jadi kebiasaan yang tidak baik di kita," tegasnya.

Menurutnya, tidak ada alasan SKPD untuk terlambat menyerahkan RUP lantaran hal tersebut sudah direncanakan sejak 2015.

"Saat direncanakan pada 2015 kita tahu bahwa penetapan APBD provinsi itu November 2015, enggak ada alasan terlambat. Seharusnya tidak merasa terlambat, karena sejak KUA-PPAS disepakati eksekutif dan legislatif, itu SKPD bisa sekaligus menyiapkan dokumen lelang untuk diumumkan," tukasnya.

Informasi yang dihimpun, ratusan paket yang belum diusulkan ke ULP tersebar di sejumlah SKPD, antara lain Dinas Pendidikan baru masuk 53 paket senilai Rp 81 miliar dari total 160 paket senilai Rp 219 miliar. 

Kemudian Biro Perlengkapan dan Aset baru 8 paket senilai Rp 4,3 miliar dari total 13 paket senilai Rp 13,6 miliar.

Sekretariat DPRD dari total 13 paket senilai Rp 10,9 miliar baru masuk Rp 5 paket senilai Rp 4,1 miliar. RSUD Banten total 29 paket senilai Rp 61 miliar baru masuk 16 paket senilai Rp 50,576 miliar.

Distamben dari rencana 24 paket senilai Rp 15 miliar yang baru masuk hanya 12 paket senilai Rp 2,540 miliar. DSDAP total 180 paket senilai Rp 321 miliar baru diusulkan 150 paket senilai Rp 277 miliar.

Begitu pula DBMTR dari total 117 paket senilai Rp 675 miliar yang sudah diusulkan baru 98 paket senilai Rp 208 miliar. (Kuk/quy)

Komentar