CILEGON, TitikNOL - Sebanyak 23 perlintasan kereta api di Kota Cilegon tanpa palang pintu. Tidak jarang sering terjadi kecelakaan yang melibatkan mobil dan kereta api akibat perlintasan tanpa palang pintu tersebut.
Kondisi itu kini menjadi perhatian serius pemerintah setempat. Pemerintah Kota Cilegon melalui Dinas Perhubungan Kota Cilegon, kini telah menginvetarisasi permasalahan yang menjadi penyebab kecelakaan tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Cilegon Uteng Dedi Apendi mengatakan, dari 31 perlintasan kereta api di Kota Cilegon, 23 di antaranya tanpa palang pintu.
“Masih ada 23 perlintasan sebidang tanpa palang pintu. Delapan sudah ada palang pintunya. Tapi yang ada palang pintunya juga belum tentu ada penjaganya. Nah ini yang menjadi perhatian kami, untuk segera membangunkan palang pintu di perlintasan kereta api sebidang secara bertahap,” kata Uteng ditemui di ruang kerjanya, Senin (3/2/2020).
Dikatakan Uteng, pihaknya akan mendatangi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI pada Selasa (4/2/2020) besok, guna meminta izin terkait pembangunan perlintasan kereta api tersebut.
“Nanti akan kami sampaikan perizinan untuk pembangunan palang pintu perlintasan kereta api, karena pembangunan palang pintu perlintasan kereta api juga harus berkoordinasi dengan Dirjen Perkeretaapian di Kemenhub RI,” ujarnya.
Menurut Uteng, kebutuhan membangun palang pintu perlintasan kereta api sudah mendesak di beberapa titik. Saat ini, lalu lintas kendaraan semakin padat, sementara keselamatan berkendara masyarakat menjadi tanggungjawab pemerintah.
“Tahun ini rencananya akan ada yang dibangun di enam titik. Mudah-mudahan secara bertahap akan dibangun lagi dengan APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Kota Cilegon di tahun mendatang,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Kepala Seksi (Kasi) Teknik Prasarana pada Dinas Perhubungan Kota Cilegon Ahmad Biben menambahkan, pada 2020 ini akan ada pembangunan enam titik perlintasan kereta api tanpa palang pintu.
Empat kegiatan menjadi program Dishub Provinsi Banten. Sementara, dua kegiatan merupakan program Dishub Kota Cilegon yang penganggarannya juga dibiayai oleh Bankeu (Bantuan Keuangan) Provinsi Banten.
Enam titik yang akan dibangun palang pintu itu sambung Biben, masih dilakukan survey untuk titik perlintasan kereta api tanpa palang pintu mana saja yang padat lalu lintas.
“Kita sudah mengantongi dua titik yang menjadi skala prioritas kami yaitu di Lingkungan Seruni, Kelurahan Kedaleman dan di Lingkungan Kubang Sepat, Kelurahan Citangkil. Dua titik ini beberapa kali terjadi kecelakaan, yang empat titik lagi kita masih melakukan survey,” jelasnya. (Ardi/TN1).