Groundbreaking PLTU Lontar, Rano Ingin Dampingi Jokowi

PLTU Lontar. (Dok:net)
PLTU Lontar. (Dok:net)

JAKARTA, TitikNOL - Peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Lontar Ekspansi kapasitas 1×315 MW, di Lontar, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, rencananya dilakukan pada Selasa (11/5/2016) besok, dihadiri langsung Presiden RI Joko Widodo.

Gubernur Banten, Rano Karno, yang masih terbaring sakit di RS Mayapada berharap bisa segera pulang dan mendampingi Jokowi saat groundbreaking.

"Tanggal 11 Mei peletakan batu pertama untuk PLTU Lontar, kemungkinan kata dokter baru bisa sehat satu dua hari, makanya jangan diganggu, biar bisa mendampingi presiden," kata Sekda Banten Ranta, saat menjenguk Rano, Senin (9/5/2016).

Gubernur Banten Rano Karno, juga sempat menyinggung soal itu. Ia tampak tak yakin bisa mendampingi presiden.

"Iya nih, enggak tahu ya, mudah-mudahan lah, kata dokter kan kite udah bisa pulang satu dua hari," katanya.

PLTU Lontar Ekspansi 1×315 MW ini akan dibangun di area seluas ± 11 hektar yang berlokasi di Desa Lontar, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, Banten, satu lokasi dengan PLTU 3 Banten – Lontar. Dan ditargetkan dibangun dalam waktu 42 bulan setelah kontrak efektif.

Saat ini PLTU 3 Banten – Lontar, yang dikenal dengan nama PLTU Lontar, memiliki 3 unit pembangkit kapasitas masing-masing unit 315 megawatt sehingga total kapasitas tenaga listrik yang dihasilkan 945 MW. Daya listrik yang dihasilkan PLTU Lontar disalurkan melalui jaringan transmisi 150 kV (SUTT) sepanjang 22 kilometer ke Gardu Induk Teluk Naga dan sepanjang 22 kilometer ke Gardu Induk New Tangerang.

Pembangunan PLTU Lontar ini ditujukan untuk memperkuat pasokan tenaga listrik di area Jakarta dan sekitarnya pada sistem kelistrikan Jawa-Bali. PLTU 3 Banten – Lontar merupakan bagian dari Proyek Percepatan Pembangunan Pembangkit 10.000 MW tahap 1 (FTP-1). (Kuk/red)

TAG pltu
Komentar