SERANG, TitikNOL - Gubernur Banten Rano Karno, menerima penghargaan Lencana Melati dan Majlis Pembimbing Daerah (Mabida) Peduli dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, yang juga Ketua Majelis Pembimbing Nasional (Mabinas). Penghargaan itu diberikan dalam Upacara Apel Besar Hari Pramuka ke-55 dan Jambore Nasional X tahun 2016, di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, Jakarta Timur, Minggu (14/8/2016) pagi.
Rano Karno yang juga Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Provinsi Banten, dinilai berjasa dalam mendukung sekaligus membangun Gerakan Pramuka di Banten. Untuk itu Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka memberikan anugerah Lencana Melati dan Mapinda Peduli.
Ini adalah penghargaan tertinggi bagi anggota pramuka dewasa. Sedangkan penghargaan Mabida Peduli yang disematkan kepada Rano Karno, menandai dukungan yang besar dari Mapinda baik moril maupun materil terhadap gerakan pramuka di Provinsi Banten.
Selain Gubernur Banten Rano Karno, penghargaan juga diberikan kepada Ketua Majlis Pembimbing Cabang (Mabicab) Tangerang Ahmed Zaki Iskandar yang juga Bupati Kabupaten Tangerang, yang menerima penghargaan Lencana Darma Bakti serta Tubagus Ahmad Faisal Ali Fitra, Pandega Garuda Kwarcab Pandeglang yang menerima penghargaan Lencana Teladan. Pada Upacara yang juga merupakan rangkaian Hari Pramuka ke-55 tahun 2016 tersebut, Presiden Jokowi yang bertindak selaku Pembina Upacara juga menganugerahkan penghargaan serupa kepada 38 tokoh lainnya.
Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Adhyaksa Daul mengatakan, penghargaan ini diberikan kepada kepala daerah, tokoh-tokoh dan anggota pramuka yang berkontribusi terhadap pengembangan dan kemajuan gerakan pramuka.
"Event Jambore Nasional dan hari pramuka kali ini merupakan momentum yang tepat untuk mempertegas revitalisasi Gerakan Pramuka. Salah satunya adalah dengan melakukan rebranding Gerakan Pramuka itu sendiri," kata Adhyaksa Dault.
Menurutnya, dengan rebranding ini pramuka akan menjadi pilihan utama generasi muda. Apalagi ditengah era digital seperti sekarang ini, rebranding Gerakan Pramuka harus dilakukan sehingga relevan dan bahkan menjadi kebanggaan generasi muda.
"Hari ini juga merupakan pesta kegiatan pramuka penggalang seluruh indonesia sebagai wahana untuk merajut persaudaraan dan persahabatan," ungkap mantan Menpora ini.
Sementara itu Presiden Jokowi berpesan kepada seluruh anggota Pramuka agar memanfaat media sosial untuk menyebarkan semangat Pramuka, bukan malah untuk mengumpat dan menyebar kebencian.
"Tema hari Pramuka tahun ini adalah Bangun Karakter Kaum Muda Melalui Kegiatan yang Keren, Gembira dan Asyik sangat terasa jiwa dan semangat anak mudanya. Sehingga dengan tema ini saya berharap hari Pramuka tahun ini menjadi momentum bagi Gerakan Pramuka untuk kembali ke semangat anak-anak muda untuk kembali menjadi ajang pembelajaran bagi anak-anak muda yang keren, asyik dan menyenangkan," kata Presiden.
Menurut Presiden, sebagai bangsa yang besar, tantangan yang harus dihadapi bangsa ini adalah kemiskinan, ketimpangan sosial dan pengangguran. Ke depan seiring dengan kompetisi yang terjadi antar negara, antar kawasan maka bangsa ini juga dihadapkan dengan tantangan yang memiliki daya saing dan produktivitas yang tinggi.
"Itulah tantangan yang akan saudara hadapi di masa depan. Untuk itu anak-anak muda di gerakan Pramuka harus menyiapkan diri menjadi generasi muda Indonesia yang kuat, yang tangguh. Siapkan diri menjadi anak muda yang produktif, penuh optimisme, memiliki daya juang tinggi," kata Jokowi.
Dan Gubernur Banten Rano Karno sendiri mengatakan, prestasi berupa Lencana Melati dan Mapinda Peduli tersebut merupakan bentuk penghargaan dan pengakuan prestasi kepada seluruh anggota Pramuka dan masyarakat Banten.
"Sebagai Kakak Mabida Kwarda Gerakan Pramuka Banten, saya menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi atas penghargaan ini. Ini merupakan prestasi dari Kwarda Banten dan seluruh anggota pramuka di banten," ucapnya.
Gubernur Banten pada kesempatan ini juga menyemangati para peserta Jambore Nasional dari Kwarda Banten dan seluruh anggota pramuka banten untuk selalu mempersiap segala sesuatunya baik mental dan keterampilan. Hal ini mengingat pemuda adalah calon pemimpin di masa depan.
“Saya mengingatkan bahwa meraka (Anggota Pramuka) adalah calon-calon pemimpin di masa yang akan datang. Tentunya sebagai pemimpin harus menempa diri, membina diri dan mempersiapkan diri agar menjadi pemimpin yang tangguh, berakhlak dan berkarakter,” pesannya.
Gubernur berharap, agar momen Hari Pramuka dan Jambore Nasional dijadikan sarana menukar ilmu dan pengamalan dari kontingen provinsi lain. “Tetap jaga kesehatan, jaga nama baik pribadi, keluarga dan tentunya Provinsi Banten yang kita cintai. Mari kita sama-sama lanjutkan pembangunan Banten yang lebih baik lagi,” Ucapnya didampingi Ketua Kwarda Banten HM Masduki. (Hms/Gat/red)