SERANG, TitikNOL - Hari pertama masuk sekolah setelah liburan semester Natal dan Tahun Baru 2025/2026 di SDN Pamarican 1 tanpa kehadiran siswa akibat terendam banjir, Senin 5 Januari 2026.
Siswa di SDN Pamarican 1 sebanyak 198 terpaksa belajar secara daring atau online, karena ketinggian air saat ini di sekitar 30 cm, atau setara mata kaki orang dewasa.
Air tersebut tergenang tidak hanya di halaman sekolah saja, tapi ke ruang kelas juga.
Kepala Sekolah SDN Pamarican 1, Rohmatun Najilah, mengatakan banjir di sekolah sejak Jumat 2 Januari 2026.
"Alhamdulillah untuk hari ini sudah mulai agak surut, kalau kemarin dari hari Jumat sampe Minggu itu masih tinggi selutut," katanya.
Najilah mengungkapkan SDN Pamarican 1 sering menjadi langganan banjir. Lantaran menurutnya kondisi sekolah lebih rendah dibanding area jalan dan rawa di belakang SDN Pamarican 1.
"Banjir ini sudah bertahun-tahun sebetulnya, namun belum ada solusi. Sering, jadi kalau ada hujan besar pasti di sini banjir, karena di belakang sekolah ada perkampungan dan di situ ada rawa. Kalau dari rawa itu sudah meluap pasti larinya ke sini, karena posisinya sekolah itu rendah," ucap Najilah.
Akibat terendam banjir, kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa SDN Pamarican 1 berlangsung secara daring.
"Jadi untuk daring masing-masing wali kelas memberikan pembelajaran melalui WA grup paguyuban siswa," jelasnya.
"Setelah itu baru siswa mengerjakan apa yang ditugaskan oleh guru didampingi oleh orang tua siswa," tambah Najilah.
Adapun waktu pembelajaran KBM secara dari daring, menentukan kondisi air surut. "Minimal di kelas sudah tidak banjir aja. Kalau di halaman misalnya masih agak banjir, tapi di kelas sudah kering, kita sudah mulai tatap muka pembelajaran luring," ucapnya.
Najilah menambahkan untuk fasilitas serta dokumen sekolah tidak ada yang rusak dan berhasil diamankan.
"Kita memang sebelum libur sudah antisipasi, karena kita sudah terbiasa kena banjir. Jadi semua dokumen-dokumen penting, semua arsip-arsip, kemudian semua barang-barang elektronik sudah diamankan di tempat yang agak tinggi. Alhamdulillah untuk aset tidak ada yang rusak, kecuali bangku kelas yang terendam banjir," ungkapnya.
"Mudah-mudahan pemerintah Kota Serang memberikan solusi yang baik untuk sekolah SD Pamarican 1 khususnya, agar kami tidak merasakan banjir lagi, karena kasihan anak-anak setiap banjir daring. Jadi untuk pembelajarannya tidak kondusif," pungkasnya.