Kamis, 8 Januari 2026

Hasil Dialog Pengelolaan Sampah Tangsel Dengan Warga Jadi Bahan Evaluasi Wali Kota

Sekda Kota Serang Nanang Saefudin saat diwawancarai awak media. (Foto: TitikNOL)
Sekda Kota Serang Nanang Saefudin saat diwawancarai awak media. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Hasial dialog bersama masyarakat Taktakan dalam sosialisasi pengelolaan sampah Tangerang Selatan, akan dijadikan bahan evaluasi pemerintah Kota khususnya Wali Kota Serang.

"Saya sampaikan atas nama Pemkot Serang, jangan sampai masalah sampah hubungan sosial masyarakat menjadi rusak. Kemudian, agar masalah ini selesai, jangan ada dusta diantara kita," kata Sekda Kota Serang Nanang Saefudin.

Adapun masalah lanjut atau tidak kerjasama pengelolaan sampah ini, ia menyampaikan menunggu keputusan Wali Kota Serang, setelah menerima bahan dari hasil dialog ini.

"Kita tunggu keputusan pak Walikota lanjut atau tidaknya," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala DLH Kota Serang, Farach Richi menyampaikan saran dan masukan positif dari warga setempat akan menjadi acuan terkait kerja sama pengelolaan sampah Tangsel.

"Hasil dari masukan-masukan itu menjadi pacuan kinerja kita untuk melakukan penataan, penataan itu kita lakukan dengan kontrol land field dan berkaitan dengan peremajaan-peremajaan kita lakukan bertahap," katanya.

"Termasuk untuk bagaimana kita menghadapi salah satunya proses strategis nasional itu PSEL," lanjut Farach.

Ia menjelaskan upaya Pemkot Serang untuk meminalisir bau sampah Tangsel melakukan check point.

"Kita buat dua check point. Check point pertama di kilometer 68 (rest area Bogeg), check point dua itu di daerah Jakung oleh masyarakat," ujarnya.

"Dan ini masih dalam tahap dalam artian sampahnya sampah baru. Jadi bukan sampah yang diambil dari TPAS Cipeucang. Upaya-upaya ini yang kita lakukan bagaimana bahwa untuk meminimalisir dampak negatif yang timbul atas angkutan ini, itu yang kita lakukan," ujar Farach.

Ia menegaskan apabila check point tersebut ditemukan kondisi mobil yang tidak layak dan air lindi berceceran, maka armada diminta putar arah.”Memastikan bahwa kondisi mobilnya itu, air lindinya itu tidak berceceran, kalau berceceran suruh putar balik," pungkasnya.

Komentar