Selasa, 16 Juli 2024

Indikasi Muncul, DPR Minta Jaringan ISIS Dilumpuhkan

Ilustrasi ISIS. (Dok: liputan6)
Ilustrasi ISIS. (Dok: liputan6)

JAKARTA, TitikNOL - Ketua Komisi III DPR RI Bambang Soesatayo meminta agar pemerintah segera merespon cepat untuk menangkal perkembangan jaringan Irak dan pemerintah Suriah melumpuhkan ISIS (Islamic State of Iraq and Syria).

Pasalnya, ia melihat sudah banyak beberapa indikasi ISIS mulai menunjukkan ke permukaan. Indikasi pertama adalah kecemasan yang sudah disuarakan oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Presiden Filipina Rodrigo Duterte. Keduanya sudah mengemukakan niat ISIS membangun basis di Filipina Selatan untuk mewujudkan kekhalifahan baru di Filipina, Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam.

Indikasi kedua adalah kembalinya puluhan simpatisan ISIS warga negara Indonesia (WNI) ke tanah air. Pertanyaannya adalah mereka kembali untuk apa? Kembali untuk menjalani kehidupan normal? Atau, kembali untuk mewujudkan rencana ISIS membangun kekhalifahan di Asia Tenggara?

Indikasi ketiga adalah rencana serangan bom bunuh diri ke Istana Negara. Jelang Sabtu (10/12) sore pekan lalu, publik dikejutkan oleh pemberitaan tentang keberhasilan Detesemen Khusus (Densus) 88 Anti-teror Mabes Polri mengamankan tiga orang yang berencana melancarkan serangan dengan bom berdayaledak tinggi di Istana negara. Ketiga orang itu ditangkap di sebuah rumah di Jalan Bintara Jaya VIII Bekasi, Jawa Barat, tepatnya di kamar kos 104.

"Pemerintah Indonesia patut memberi wewenang penuh dan keleluasaan kepada TNI dan Polri untuk mempersempit ruang gerak para simpatisan ISIS di Indonesia. Ketahanan nasional akan menghadapi ujian maha berat jika rencana ISIS membangun basis di Asia Tenggara tidak segera ditangkal," ujar Bambang Soesatyo, Senin (12/12/2016).

Selain itu juga, ada semacam gelagat bahwa sel-sel terorisme di Indonesia juga memberi respons positif terhadap rencana ISIS membangun basisnya di Asia Tenggara. Kelompok-kelompok teroris itu sudah terang-terangan melampiaskan kebencian pada segenap jajaran Polri.

"Sejumlah prajurit Polri telah menjadi target serangan. Kelompok-kelompok itu juga diduga mendalangi ricuh pasca aksi damai 411. Mereka menunggu Polisi lengah untuk bisa merampas senjata," tandas politisi Partai Golkar itu. (Bara/red)

Komentar