Selasa, 16 Juli 2024

Ini Kata Wali Kota Serang Syafrudin Soal Sampah Liar di Jalur Forntage

Wali Kota Serang, Syafrudin. (Foto: TitikNOL)
Wali Kota Serang, Syafrudin. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Permasalahan sampah liar di wilayah Kota Serang masih menjadi masalah yang belum dapat diselesaikan, oleh Pemerintah Kota Serang hingga saat ini.

Pantauan di sejumlah wilayah masih banyak ditemukan tumpukan sampah liar yang menimbulkan bau tak sedap.

Salah satunya di jalan terusan Perumahan TMI, TBL dan BIP menuju Kidemang, dimana sepanjang jalan tersebut banyak tumpukan sampah liar yang dibiarkan begitu saja.

Menanggapi itu, Wali Kota Serang Syafrudin meminta warga setempat jangan memelihara sampah liar, harus bersama-sama menjaga lingkungan terutama di Jalur Frontage Unyur, Kota Serang.

"Ya sampah untuk warga TBL, BIP dan taman mutiara jangah di piara seperti ini jangan dibiarkan (Sampah liar)" kata Syafrudin kepada wartawan Selasa (12/9/2023).

Dia juga mengatakan, jika sampah liar ini tanggung jawa bersama dari mulai tingkat RT/RW, Lurah hingga Camat wajib membersihkan sampah liar ini untuk menjaga lingkungan.

"Tolong tanggung jawab rt/rw lurah camat untuk membersihkan sampah karena ini jalan akan digunakan lalu lintas kendaraan dari mana mana," pungkasnya.

Perlu diketahui, sebelumnya Kadis DLH Kota Serang Farach Rici mengatakan penyelesaian sampah liar ini terus dilakukan setiap hari dengan mengerahkan satgas sampah liar. Dan dari data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang ada 90 titik sampah liar tersebar di enam kecamatan.

"Datanya sudah berkurang dari 120 titik menjadi 90 titik, Kasemen paling banyak (titik sampah liar) kemarin saya keliling tersebar sekitar ada 40 titik," kata Farach Rici ditemui beberap waktu lalu, di salah satu hotel di Kota Serang.

Menurut Farach, penangan sampah liar ini harus dilakukan bersama-sama dengan masyarakat. Dan pihaknya mengajak warga untuk memilah sampah dan juga mengelola pembuangannya.

"Kami yang pasti pertama mengajak masyarakat memilah (sampah) kedua kami mengajak masyarakat juga yuk kalau misalnya membayar retribusi dikelola sama RT nya nanti setor ke kas daerah nanti kita adakan pelayanan," jelasnya. (TN)

Komentar