SERANG, TitikNOL - Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Banten Hudaya Latuconsina, mengakui jika investasi besar yang masuk ke Banten belum linear dengan pengurangan angka pengangguran.
Hudaya mengungkapkan, investasi penanam modal asing (PMA) di Banten pada tahun 2016 bertengger di 3 besar secara nasional, setelah Jatim dan Jabar. Sedangkan investasi PMDN berada di urutan 7.
"Total investasi tahun 2016 mencapai Rp53 triliun. Hanya memang untuk sementara ini belum membawa pengaruh besar atas pengurangan angka pengangguran," tukasnya, Kamis (20/4/2017).
Ia menjelaskan, hal tersebut karena investasi belum operasional menjadi proyek, baru tercatat yang telah menyatakan minatnya.
"Jika saja secara operasional sudah berjalan, pasti akan berpengaruh terhadap pengurangan angka pengangguran," jelas Hudaya.
Namun, sejak tahun 2015 investasi yang masuk mencapai Rp41 triliun, setidaknya telah mengurangi angka pengangguran. Terbukti dengan angka pengangguran Banten tahun 2016 turun dari 9,5 persen menjadi 8,95 persen, atas angkatan kerja yang mencapai 6,2 juta jiwa (usia 15-59 tahun).
Hudaya sepakat dengan DPRD yang menginginkan perusahaan yang berinvestasi di Banten harus berkantor pusat di Banten.
Menurutnya, hal itu perlu untuk memberi kontribusi nyata dalam sharing yang akan menjadi bagian dalam kesejahteraan masyarakat.
"Artinya income (pendapatan) per kapita yang dihitung benar-benar memberi dampak dan dirasakan, termasuk menjadi bagian dari PAD pemprov, maupun kabupaten/kota," ujar Hudaya. (Kuk/rif)