Kamis, 3 April 2025

Jembatan Aria Wangsakara Jadi Icon Banten, WH: Bangun Peradaban Baru

Gubernur Banten Wahidin Halim saat sambutan di peresmian Jembatan Aria Wangsakara (Foto: istimewa)
Gubernur Banten Wahidin Halim saat sambutan di peresmian Jembatan Aria Wangsakara (Foto: istimewa)

SERANG, TitikNOL - Jembatan Aria Wangsakara menjadi icon baru bari masyarakat Provinsi Banten. Pasalnya, jembatan yang melintang di atas Tol Merak-Tangerang itu merupakan jembatan terlebar se-Indonesia.

Selain itu, jembatan itu dilengkapi dengan hiasan motif batik Sinayaksa dan Mandalika asal Provinsi Banten. Sehingga turut memperindah jembatan yang berdampingan dengan jembatan Bogeg.

Gubernur Banten, Wahidin Halim (WH) mengatakan, jembatan Aria Wangsakara salah satu jembatan mewah yang dimiliki Banten. Di sisi lain sebagai penghargaan, jembatan Bogeg tetap dipertahankan dengan dihiasi motif batik.

“Hari ini kita resmikan jembatan yang cukup megah dan panjang, tanpa mengurangi jembatan Bogeg yang lama kita pertahankan, sebagai bentuk penghargaan kita. Dan jembatan ini kita resmikan jembatan Aria Wangsakara,” katanya saat sambutan, Selasa (29/3/2022).

Ia menjelaskan, penyematan nama Aria Wangsakara pada jebatan, sebagai penghargaan atas jasanya yang telah melawan penjajah Belanda pada masa kesultanan Banten.

Ditambah, Aria Wangsakara sudah menjadi tokoh nasional yang berasal dari Banten. Selain itu, Aria Wangsakara juga diketahui sebagai menantu Sultan Abdul Mafalhir.

Selain iu, anak dari keluarga Surosowan, dan aktif sebagai imam besar atau ulama kesultanan waktu itu. Namun diperintahkan Sultan Banten untuk mempertahankan daerah perbatasan Tangerang dalam melawan Belanda.

Baca juga: Arlan Marzan: Jembatan Arya Wangsakara Terlebar di Indonesia

“Sepak terjangnya tidak diragukan, dan jadi pahlawan nasional. Jadi janganlah itu dipersoalkan lagi, jembatan ini kuat, ini sebagai sarana transportasi dan memberi manfaat untuk masyarajat Banten,” jelasnya.

WH menerangkan, pembangunan jembatan Aria Wangsakara sebagai pelengkap dari membangun peradaban Provinsi Banten, agar tidak kalah dengan provinsi lainnya di Indonesia.

“Membangun di Banten untuk memperbaiki, membangun peradaban baru bagi masyarakat, juga ada Icon. Orang bicara stadion kita punya, temoat ziarah punya tempat bagus, jembatan punya yang bagus. Jadi kalian boleh berbangga jadi warga Banten,” terangnya. (TN3)

Komentar