SERANG, TitikNOL - Forum Honorer K1 Pemprov Banten mengancam akan mendatangi istana presiden. Ini bentuk kekecewaan para honorer atas penolakan permohonan Pemprov Banten, terkait mengangkatan honorer menjadi PNS.
Ketua Forum Honorer K1 Pemprov Banten Endang Suherman mengatakan bahwa alasan Menpan-RB Asman Abnur tak dapat mengangkat honorer jadi CPNS karena moratorium, sangat tidak tepat.
Menurut Endang, jika alasan tersebut karena moratorium, secara konsisten seharusnya sejak Menpan-RB dipimpin Azwar Abu Bakar dan berganti ke Yuddy Chrisnandi, kendala ini sudah disampaikan.
"Kalau konsisten, harusnya jangan diangkat semua honorer itu. Ini alasan aneh," kata Endang.
Endang menilai, program moratorium itu berlaku hanya untuk CPNS jalur umum, tidak untuk honorer. Karena pengangkatan honorer jadi CPNS memiliki payung hukum yang jelas, yakni PP nomor 48 tahun 2005 Jo PP nomor 56 tahun 2012.
Baca juga: Permohonan Pengangkatan Honorer Jadi PNS Ditolak Kemenpan-RB
"Nyatanya, proses pengangkatan honorer masih bisa dilakukan. Meski sudah ada moratorium. Termasuk di Banten sempat diangkat 300 orang jalur K1, saat moratorium sudah diberlakukan. saya berharap ini bisa selesai, dan tidak harus demo ke istana negara, atau melalui jalur hukum. Tapi karena terjadi kendala ini, maka upaya akan dilakukan, yakni menunggu respon presiden atas surat yang kita layangkan. Jika dipandang perlu, kita akan turun aksi ke istana negara, selain itu kita akan siapkan tim untuk melakukan gugatan jalur hukum," kata Endang.
Kendati Demikian, Endang mengucapkan terima kasih dan merasa senang kepada Gubernur Banten Rano Karno karena telah berupaya dengan serius memperjuangkan hak K1 Pemprov Banten agar dapat diangkat CPNS tanpa tes.
"Sebagai bentuk dukungan, forum tanpa diminta dengan sangat senang mengutus perwakilan mengiringi gubernur bertemu Menpan-RB. Ini sudah dinantikan sejak Januari 2016 pada saat Menpan-RB Pak Yuddy," katanya.
Seperti diketahui, perwakilan Forum Honorer K1 Pemprov Banten yang turut mendampingi gubernur ke kantor Menpan-RB di antaranya M Ridwan (Sekjen), Arif Munandar (Kadiv Humas), Pujo Kaharjo (Kadiv Litbang) dan beberapa anggota forum lain. (Meghat/quy)