Kegiatan Studi Banding Ke Bandung Disesalkan Apdesi

Kantor DPMD Lebak. (Dok: TitikNOL)
Kantor DPMD Lebak. (Dok: TitikNOL)

LEBAK, TitikNOL - Ketua Apdesi Kabupaten Lebak Bedah Khairunisa yang juga menjabat sebagai Kades Cihujan, Kecamatan Cijaku, mengaku jika kegiatan studi banding 30 kades ke Bandung tidak ada koordinasi ke pihaknya.

Bedah mengakui, jika dirinya baru tahu soal kegiatan itu sehari sebelum para kades itu berangkat ke Bandung.

"Saya sudah coba memberitahukan kepada rekan kades yang mau berangkat, bahwa tidak ada anggaran APBDes 2017 untuk studi banding. Tapi kata mereka dari 2016 sudah menganggarkan dana pelatihan, jadi yang tahun 2016 itulah mungkin dana itu yang tidak terpakai," terang Bedah melalui sambungan telepon, Sabtu (15/7/2017).

Baca Juga: Catut Dana Desa, Studi Banding 30 Kades di Lebak ke Bandung Dikeluhkan

Soal keberangkatan tersebut, dirinya mengaku sudah menghubungi Kadis DPMD Pemkab Lebak, Rusito. Namun pihak DPMD malah mempertanyakan karena memang tidak ada anggaran untuk pelatihan di tahun 2017 ini.

"Dari awal dalam surat penawaran dari pihak ketiga selaku IO, memang ada tercantum nara sumber (pemateri) dari orang BPMD. Mereka (Kades yang berangkat) mungkin beranggapan itu satu keharusan barangkali semacam itu. Tapi sudah saya sampaikan kepada rekan Kades apa yg kita belanjakan dan kita pakai harus berpedoman kepada APBDes," tutur Bedah.

Bedah sendiri menyesalkan kegiatan tersebut, karena kalau tidak dianggarkan dari APBDes, untuk apa pakai biaya dari uang sendiri, harusnya rekan Kades menurutnya berfikir terlebih dahulu.

"Sudah cukup pelatihan -pelatihan BUMDes yang sudah dilaksanakan di Lebak juga, kalau toh mereka mau jalan-jalan sekalian aja ke keluar negeri ke Singapur dan Bali misalnya. Kalau prihal ilmu pelatihan BUMDes, di sini saja sudah cukup. Justru yang menjadi bingung kita, potensi apa yang akan dijadikan BUMDes kita masing-masing hasil dari pelatihan dan studi banding di sana (Bandung). Apa yang kita dapat dari pelatihan dan studi banding itu, apa yang bisa kita terapkan di desa kita masing-masing. Justru kita ingin desa itu menggali potensi sendiri di desa-masing-masing, untuk bisa dikembangkan," tukasnya. (Gun/red)

Komentar