Kementerian PUPR Pastikan Ruas Rangkasbitung-Cigelung Dapat Dilalui Pemudik

Arus lalulintas di ruas jalan Nasional Rangkasbitung-Cigelung. (Foto: TitikNOL)
Arus lalulintas di ruas jalan Nasional Rangkasbitung-Cigelung. (Foto: TitikNOL)

BANTEN, TitikNOL – Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3 PJN 1 BPJN Wilayah VI Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan, ruas jalan nasional dari Kabupaten Pandeglang yang melintasi by pass Rangkasbitung, Kabupaten Lebak bisa jadi jalur alternatif mudik pada natal dan tahun baru (Nataru).

PPK 3 PJN 1 BPJN Wilayah VI Kementerian PUPR, Sunarto mengatakan, jalan yang berbatasan dengan Kabupaten Bogor, Jawa Barat itu, kini siap dilalui oleh pemudik. Mengingat, pihaknya sudah melakukan pengaspalan.

Meski demikian, ia mengaku masih terdapat sejumlah tiitk jalan yang mengelupas akibat tingginya curah hujan dan banyaknya truk overload yang mengangkut pasir hasil alam melintas di kawasan tersebut setiap harinya.

Mengingat, ruas jalan nasional dari Rangkasbitung-Cigelung sepanjang 42 kilometer tersebut semunya fungsional. Sejauh ini, pihaknya terus melakukan penutupan lobang atau patching dan membersihkan rumput yang tumbuh di kawasan jalan nasional, untuk memberikan kenyamanan kepada pengendara.

“Saya menghimbau kepada pemudik untuk tetap berhati hati saat melintas di jalan nasional Rangkasbitung- Cigelung, karena dibeberapa titik masih terdapat jalan yang berlubang. Seperti di Prapatan Sumur Buang, by pass dan ditambah minimnya penerangan jalan umum di ruas tersebut, terutama dari Narimbang hingga Cipanas," katanya, Rabu (23/12/2020).

Dalam menghadapi musim penghujan, Sunarto memastikan tidak ada ruas jalan nasional Rangkasbitung-Cigelung yang rawan longsor. Semua ruas dalam kondisi fungsional dan aman dilalui.

"Untuk titik yang rawan longsor tidak ada, semunya aman," tegasnya.

Sementara itu, salah satu warga Rangkasbitung Ahmad Fadilah, meminta ketegasan dari dinas Perhubungan dan kepolisian untuk menindak tegas truk pengangkut pasir basah over load yang setiap hari melintas di ruas jalan kabupaten, provinsi dan nasional yang menyebabkan jalan cepat rusak.

"Kalau sudah malam hari, ratusan armada truk tronton melintas mengangkut pasir basah tanpa ada tindakan dari aparat," ujarnya. (Son/TN1)

Komentar