Lahan Pelabuhan Warnasari Mulai Diuruk dan Dibersihkan Pemkot Cilegon

Direktur Operasional PT PCM, Akmal Firmansyah bersama Konsultan dari PT Bosowa Bandar Indonesia, Agus Rohimat saat memantau lahan Pelabuhan Warnasari. (Foto: TitikNOL)
Direktur Operasional PT PCM, Akmal Firmansyah bersama Konsultan dari PT Bosowa Bandar Indonesia, Agus Rohimat saat memantau lahan Pelabuhan Warnasari. (Foto: TitikNOL)

CILEGON, TitikNOL - Groundbreaking pembangunan Pelabuhan Warnasari dijadwalkan pada tanggal 20 Maret 2017 mendatang. Berbagai persiapan seperti mengurukan dan pembersihan lahan untuk lokasi groundbreaking pun kini sudah mulai dilakukan oleh pihak PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM).

Berdasarkan pantauan di lapangan, dengan menggunakan alat berat, pihak PT PCM kini melakukan pengurukan dan membersihkan lahan Pelabuhan Warnasari yang luasnya kurang lebih 10 hektar.

Direktur Operasional PT PCM, Akmal Firmasnyah mengatakan, pengurukan dan pembersihan lahan groundbreaking Pelabuhan Warnasari ditarget selesai tiga hari sebelum hari H (Groundbreaking).

"Saya pastikan tiga hari sebelum groundbreaking semuanya sudah siap," kata Akmal Firmansyah, saat ditemui tengah memantau proses pengurukan dan membersihan lahan Pelabuhan Warnasari, Selasa (28/2/2017).

Baca juga: Soal Pembangunan Pelabuhan Warnasari, Ini Permintaan DPRD Kepada PT PCM

Akmal menambahkan, dalam groundbreaking Pelabuhan Warnasari nanti akan dihadiri kurang lebih 10 ribu masyarakat Kota Cilegon.

"Groundbreaking nanti juga rencananya akan dihadiri Wakil Presiden RI , Jusuf Kalla," ungkapnya.

Ditempat yang sama, Konsultan PT Bosowa Bandar Indonesia (BBI), Agus Rohimat mengatakan, lahan yang akan dibangun Pelabuhan Warnasari tersebut sangat bagus dan cocok untuk pelabuhan. "Lokasinya bagus dan banyak pasirnya. Intinya lahan ini cocoklah untuk dibangunnya pelabuhan," ungkapnya.

Seperti diketahui, Pemkot Cilegon melalui PT PCM menggandeng PT Bosowa Bandar Indonesia (BBI) untuk membangun Pelabuhan Warnasari.Untuk komposisi saham sendiri,PT PCM 51 persen (mayoritas), sedangkan PT Bosowa Bandar Indonesia 49 persen (minoritas). (Ardi/Rif)

Komentar