Menag: Jangan Belajar Islam dari Internet

Menteri Agama Lukman Hakim SaifuddinMenteri Agama Lukman Hakim Saifuddin

JAKARTA, TitikNOL - Radikalisme dewasa ini menjadi semacam momok bagi kehidupan beragama. Praktik ini muncul lantaran banyak generasi muda yang tertarik pada kajian Islam, tetapi tidak belajar dari para ahlinya dan hanya mengandalkan materi yang tersebar di dunia maya.

Menanggapi hal itu, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengingatkan agar generasi muda tidak terpaku pada internet. Dia menyarankan para generasi muda memperdalam ilmu agama dengan mendatangi para ulama.

"Saya berharap, generasi muda dalam mempelajari agama, tidak hanya terpaku dan mengandalkan internet. Belajarlah agama kepada para pakar, para ustaz dan para ulama yang telah teruji dan mampu memahami esensi dan substansi agama," ujar Lukman, dikutip dari laman kemenag.go.id, Senin, (1/2/2016)

Lukman mengatakan inti dari ajaran agama adalah memanusiakan manusia dan menyejahterakan masyarakat, yang menjunjung tinggi perdamaian dan kasih sayang. Untuk itu, Lukman meminta agar kaum muda lebih selektif dalam menyerap informasi pada internet.

Selanjutnya, Lukman mengakui keberadaan internet memberikan dampak besar terhadap peradaban manusia. Dia juga menilai telah terjadi revolusi dalam dunia informasi, lantaran pengaruh yang kuat sebuah informasi hingga dapat mengubah perilaku manusia secara cepat.

Hal itu disadari betul oleh kelompok berpaham radikal. Akibatnya, laman yang memuat informasi berbau radikalisme tumbuh secara signifikan.

Sementara itu, mengutip hasil penelitian Gabriel Weimann, Lukman mengatakan terjadi lonjakan jumlah situs radikal dalam kurun waktu 1998 hingga 2003. Pada 1998, hanya terdapat 12 laman berbau radikalisme dan pada 2003 melonjak menjadi 2.650 laman.

"Data terakhir pada 2014, terdapat lebih dari 9.800 situs yang dikelola kelompok teroris," ucap Lukman. (Red)

TAG menag
Komentar