Menaker Keluhkan Angka Pengangguran Melonjak Sejak Pandemi Covid-19

Mentri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah saat meresmikan gedung baru tempat pelatihan kerja di BBPKL Serang. (Foto: TitikNOL)
Mentri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah saat meresmikan gedung baru tempat pelatihan kerja di BBPKL Serang. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, meresmikan pembukaan pelatihan kerja gelombang pertama di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Serang.

Menurut Ida, angka pengangguran di Indonesia melonjak sejak dilanda pandemi Covid-19. Tidak sedikit masyarakat kehilangan pekerjaannya lantaran dunia industri atau perusahaan terganggu.

"Angka pengangguran sejak adanya Covid-19 itu melonjak. Covid-19 dari Maret masuk ke Indonesia, kemudian sampai sekarang," katanya saat memberikan sambutan, Kamis (25/2/2021).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah angkatan kerja pada Agustus 2020 sebanyak 138,22 juta orang, naik 2,36 juta orang dibanding Agustus 2019.

Sejalan dengan kenaikan jumlah angkatan kerja, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga naik sebesar 0,24 persen poin. Tingkat pengangguran terbuka (TPT) Agustus 2020 sebesar 7,07 persen, meningkat 1,84 persen poin dibandingkan dengan Agustus 2019.

Terdapat 29,12 juta orang (14,28 persen) penduduk usia kerja yang terdampak Covid-19, terdiri dari pengangguran karena Covid-19 (2,56 juta orang), Bukan Angkatan Kerja (BAK) karena Covid-19 (0,76 juta orang), sementara tidak bekerja karena Covid-19 (1,77 juta orang), dan penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena Covid-19 (24,03 juta orang).

"BPS Agustus 2020 merilis pengangguran kita naik, naik cukup tajam. Ada 29,12 juta penduduk yang bekerja terdampak Covid. Ini sungguh dampaknya luar biasa. Ini menambah tantangan kondisi ketenagakerjaan selain tantangan terkait kualitas SDM," terangnya.

Ia menyebutkan, pelatihan kerja harus menjawab kebutuhan masyarakat. Jangan sampai peserta yang ikut latihan kerja menjadi pengangguran baru. Untuk gelombang pertama, ada 368 peserta yang mengikuti latihan kerja.

"Jumlah pesertanya berbeda dengan pelatihan sebelum ada Covid-19. Tadi saya menyaksikan penandatanganan BBLK dan perusahaan. MoU itu penting bagi kami, bagi perusahaan juga tentunya. Karena dengan MoU inilah para peserta pelatihan mendapat kesempatan magang dan tentu saja berharap penempatan kerja setelah pelatihan," paparnya.

Ida berujar, Kemenaker mendorong proses pelatihan yang ada di seluruh BLK untuk memenuhi pasar kerja. Pihaknya selalu bersinergi dengan dunia usaha dan dunia industri. Dua kepentingannya, kesempatan magang dan penempatan. Sehingga pelatihan tidak melahirkan pengangguran baru karena peserta bisa dipastikan penempatan kerja di perusahaan.

"Keberadaan kami mensuport kebutuhan SDM di industri dan perusahaan di wilayah Provinsi Banten. Gelombang pertama sebanyak 368 orang. Memang di sini spesifikasinya, keuunggulannya adalah pada bidang las dan listrik. Animo masyarakat sangat tinggi, animo perusahaan sangat tinggi. Bahakan perusahaan-perusahaan inden untuk bisa mendapatkan alumi dari BBLK Serang," jelasnya. (Son/TN1)

Komentar